• ARTIKEL
  • BISNIS
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • HUKUM
  • OPINI
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • BUDAYA
  • TNI&POLRI
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • NASIONAL
  • SOSIAL
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA CIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • ARTIKEL
  • BISNIS
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • HUKUM
  • OPINI
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • BUDAYA
  • TNI&POLRI
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • NASIONAL
  • SOSIAL
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA CIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
HUKUM
SELISIH ANGGARAN KDMP MILYARAN RUPIAH – DPRD SAMPANG DESAK PENJELASAN, KODIM 0828 DIUNDANG KETERANGAN USAI TIDAK MERESPON AUDIENSI
admin Posted On Mei 28, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sampang terpuruk dalam kontroversi setelah ditemukan selisih anggaran hingga miliaran rupiah dan dugaan tekanan terhadap kepala desa di lapangan. Pihak Kodim 0828 Sampang, sebagai pihak terkait pelaksanaan program, menjadi fokus sorotan setelah tidak menanggapi dua kali undangan audiensi yang dilayangkan.

Masalah ini muncul permukaan saat pertemuan antara Media Center Sampang (MCS) dengan Komisi I DPRD Sampang pada Senin (25/5/2026). Dari sembilan anggota komisi yang seharusnya hadir, hanya tiga orang yang menghadiri – Mohammad Salim (Fraksi NasDem), Jauhari (Fraksi NasDem), dan H. Muji (Fraksi PPP).

Anggota Komisi I Jauhari mengungkapkan temuan yang sangat mencurigakan terkait alokasi anggaran. Paguyuban resmi program KDMP tercatat sebesar Rp1,658 miliar, namun dana yang benar-benar sampai ke tingkat desa hanya berkisar antara Rp450 juta hingga Rp800 juta.

“Selisihnya mencapai ratusan juta hingga hampir satu miliar rupiah – kami harus tahu kemana arah dana itu mengalir,” tegas Jauhari.

Selain persoalan anggaran yang tidak jelas, Komisi I juga menyoroti beban yang ditanggung kepala desa. Program yang seharusnya mendorong ekonomi desa justru diduga memaksa mereka menggunakan Dana Desa untuk menutupi biaya operasional KDMP – kondisi yang berpotensi melanggar aturan karena Dana Desa memiliki ketentuan penggunaan yang jelas.

“Para kepala desa mengaku mendapat tekanan. Ini bisa jadi tindakan yang melanggar hukum terkait korupsi jika terbukti benar,” jelas salah satu sumber dari Komisi I.

Di lapangan juga ditemukan pembangunan fisik pendukung KDMP berjalan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sah dan tanpa SDM pengelola yang memadai.

Ketua MCS Fathor Rahman (Mamang) menilai ada kelalaian dalam pengawasan program ini. “Kami mendesak DPRD bersikap tegas. Bagaimana bisa program berjalan tanpa izin lengkap dan bahkan menekan aparatur desa yang seharusnya dibantu?” tandasnya.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua Komisi I Mohammad Salim mengumumkan akan melakukan tindak lanjut resmi. Komisi akan melayangkan surat pemanggilan kepada Kodim 0828 Sampang, Asisten I Pemerintah Kabupaten Sampang, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan keterangan langsung.

“Ini langkah awal untuk membongkar tabir atas anggaran yang tidak jelas dan dugaan tekanan terhadap kepala desa. Kami tidak akan tinggal diam,” ujar Salim.

Hingga saat berita ini diterbitkan, dua surat permintaan audiensi yang sebelumnya dikirim MCS kepada Kodim 0828 Sampang belum mendapatkan tanggapan apapun dari pihak terkait.

 

Penulis : Sal muh

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
225 Views




HUKUM
Jutaan Rupiah Raib di Ruang VVIP Pendopo Sampang, Korban Duga Ada Kolusi Petugas
admin Posted On Mei 24, 2026


SAMPANG – madura.newssurya.com – Kasus pencurian yang menimpa jutaan rupiah terjadi secara sengit di Ruang VVIP Pendopo Kabupaten Sampang saat acara Gebyar Pendidikan yang digelar oleh Cendekiawan Muda Sampang (CMS) pada Minggu (17 Mei 2026). Kejadian yang baru dibuatkan laporan resmi pada Sabtu (23/05/2026) ini menusuk dalam kepercayaan publik terhadap keamanan lingkungan pemerintahan daerah yang semestinya menjadi benteng keamanan bagi masyarakat.

Korban yang hanya ingin dikenal dengan inisial N – sebagai salah satu tokoh panitia acara – merasakan kehilangan besar setelah uang simpanan di dalam tas pribadinya hilang tanpa bekas. Tas tersebut sengaja ditempatkan di ruang khusus peringgitan yang berada di Ruang VVIP Pendopo, saat suasana acara tengah berkobar dengan keramaian. Kondisi padat karya membuat seluruh panitia terpaksa fokus pada tugas masing-masing, hingga tidak ada satupun pihak yang bisa mengawasi barang-barang pribadi para pelaksana acara.

“Saya yakin sepenuhnya bahwa pelaku pencurian bukanlah orang luar, tamu undangan, atau bahkan peserta acara Gebyar Pendidikan. Ruang peringgitan itu adalah zona eksklusif yang hanya bisa diakses oleh pihak pengelola Pendopo dan panitia acara, sementara semua panitia sedang terjun penuh dalam rangkaian kegiatan,” tegas korban.

Korban juga mengemukakan dugaan kuat adanya kolusi dan kesepakatan dari pihak pengelola Pendopo terkait kejadian ini. Menurutnya, tanggapan dari petugas sangat tidak konsisten dan penuh dengan celah yang mencurigakan, seolah mereka sedang berusaha saling tutupi. “Pasti ada pihak dari lingkungan Pendopo yang terlibat dalam kejadian ini. Saat ditanya, jawaban antar petugas sama sekali tidak searah – ini sangat mencurigakan dan menunjukkan ada yang tidak beres,” tandasnya.

Korban baru menyadari uangnya telah hilang setelah kembali ke rumah dan segera menduga bahwa uang tersebut telah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab saat acara berlangsung. Lebih memanas lagi, korban mengaku bahwa pihak pengelola Pendopo sengaja membuat hambatan dalam proses pengusutan, dengan memberikan informasi yang saling bertentangan dan tidak jelas.

“Saat saya datang untuk mengklarifikasi, satu petugas menyatakan CCTV di ruang khusus tidak berfungsi sama sekali. Namun petugas lain justru mengatakan CCTV berjalan normal tapi mereka tidak punya wewenang untuk mengaksesnya. Dari sini saja sudah jelas ada upaya untuk menutupi kebenaran,” sambung korban.

Revelino Dias Steny, Kabag Umum yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Pendopo Bupati Sampang, ketika ditemui memberikan tanggapan yang tidak menepis keraguan. Ia mengaku tidak bisa langsung menangani kasus ini karena sedang berada di Jakarta selama satu minggu ke depan, lalu menyuruh korban untuk menghubungi Dinas Perhubungan dengan alasan mungkin ada akses rekaman CCTV di sana – meskipun ia mengakui sistemnya tidak terintegrasi dengan baik.

Kejadian ini menjadi sorotan publik yang panas karena lokasi kejadian adalah ruang yang seharusnya sangat aman dan hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas. Korban menuntut agar pelaku segera ditemukan dan ditindak tegas, serta menekankan agar kejadian serupa tidak pernah lagi terjadi di lingkungan pemerintahan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan keras untuk tetap waspada dan tidak pernah meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, bahkan jika berada di tempat yang dianggap sangat aman.

“Saya sangat kecewa dan merasa dirugikan tidak hanya materi tapi juga secara kepercayaan. Kejadian pencurian bisa saja terjadi di lingkungan pemerintahan yang semestinya menjadi contoh keamanan bagi masyarakat. Bahkan dalam proses penyelidikan, saya dirugikan dengan berbagai hambatan – seolah pihak petugas Pendopo tidak mau mengetahui kebenaran atau bahkan sengaja melindungi pelaku. Dugaan ini terus mengganjal, dan tanggapan dari Kabag Umum pun terkesan tidak tegas dan menghindar dari tanggung jawab,” pungkas korban dengan nada yang penuh kemarahan.

 

Penulis : Sal

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
199 Views




EKONOMI
Ekonomi Sampang Tumbuh 3,45% Namun Kemiskinan Sulit Turun, DPRD Minta Evaluasi Total Strategi Pengentasan
admin Posted On April 30, 2026


SAMPANG, liputan12.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi kinerja pemerintah daerah tahun 2025 di Ruang Graha Paripurna, dengan fokus utama pada pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Acara yang dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, Bupati Sampang, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan mengidentifikasi poin-poin krusial yang perlu diperbaiki guna mendukung kemajuan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan.

Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan membuka acara dengan mengapresiasi kerja keras Panitia Khusus (Pansus) yang telah melakukan analisis mendalam terhadap dokumen LKPJ selama hampir sebulan bersama seluruh OPD terkait. Proses pembahasan dinilai telah dilakukan dengan cermat, komprehensif, dan berdasarkan data faktual yang akurat.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota Pansus selama proses pembahasan berlangsung. Kerja sama yang erat antara DPRD dan OPD menjadi kunci dalam memastikan evaluasi yang objektif, konstruktif, dan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya.

Perwakilan Pansus Baihaki Munir kemudian memaparkan capaian ekonomi yang telah dicapai Kabupaten Sampang pada tahun 2025. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 3,45%, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 3,23%. Pertumbuhan ini didorong oleh perkembangan sektor pertanian dengan inovasi teknologi baru, sektor pariwisata yang mulai pulih pasca-pandemi, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang cukup memukau.

“Kita melihat capaian ekonomi yang cukup positif dengan pertumbuhan mencapai 3,45% pada tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 3,23%, yang menunjukkan bahwa langkah-langkah pembangunan yang telah dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ekonomi daerah,” jelas Baihaki.

Namun demikian, ia juga mengungkapkan adanya catatan penting terkait sektor pengentasan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar bagi daerah. Meskipun perekonomian tumbuh, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. “Meski ekonomi tumbuh, kami memiliki catatan pada sektor pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Pasalnya, penurunan angka kemiskinan hanya mencapai 0,22% per tahun, yang dinilai masih terlalu lambat dan jauh dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang (RPJMD) 2025-2030 sebesar 12,26%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum mampu mengangkat seluruh masyarakat dari kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir yang memiliki tantangan aksesibilitas yang lebih besar.

“Strategi penurunan kemiskinan harus dievaluasi total mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Kami meminta validasi data terpadu dari seluruh OPD terkait agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih atau kelalaian dalam pendistribusiannya. Setiap rupiah bantuan harus sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” tegas Baihaki.

Selain masalah kemiskinan, DPRD juga menyoroti pentingnya kemandirian fiskal daerah yang perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada transfer dari pusat. Untuk itu, pemerintah daerah didorong untuk melakukan digitalisasi sistem pengelolaan pajak guna mempermudah wajib pajak dan meningkatkan penerimaan, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum beroperasi secara maksimal.

“Hal tersebut demi meminimalisir kebocoran anggaran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan PAD yang lebih kuat, daerah akan memiliki kemandirian yang lebih baik dalam menyelenggarakan pembangunan dan pelayanan publik, sehingga tidak selalu bergantung pada dana dari luar,” tegasnya.

Sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga menjadi fokus perhatian utama dalam rapat tersebut. Pansus mendesak agar dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses, termasuk penambahan ruang kelas, perbaikan gedung sekolah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia guru. Selain itu, peningkatan upaya penanganan kasus stunting yang masih menjadi tantangan serius juga menjadi poin penting yang harus segera ditindaklanjuti.

“Termasuk peningkatan profesionalisme manajemen di RSUD Ketapang dan berbagai Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan. Kualitas layanan kesehatan dan pendidikan menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah, karena dari sana lah kita akan mendapatkan generasi muda yang berkualitas dan siap bersaing,” imbuh Baihaki.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun atau triwulan keempat seperti yang sering terjadi sebelumnya. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas fisik proyek pembangunan agar tidak dikerjakan secara terburu-buru dan mengorbankan mutu yang telah ditetapkan.

“Penyerapan anggaran yang merata sepanjang tahun akan memastikan setiap proyek dapat dikerjakan dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap penggunaan uang rakyat yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Menanggapi rentetan rekomendasi dan catatan yang disampaikan oleh DPRD, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyatakan menerima seluruh masukan dengan tangan terbuka. Ia menegaskan bahwa seluruh catatan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi strategis untuk perbaikan kinerja birokrasi dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Sampang.

“Kami berkomitmen, menjadikan catatan DPRD sebagai bahan evaluasi strategis untuk perbaikan kinerja birokrasi. Setiap masukan yang diberikan adalah bentuk dukungan yang sangat berharga untuk membuat pemerintahan lebih baik dan lebih fokus pada kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Bupati juga menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan seluruh OPD untuk segera menyusun rencana tindak lanjut dan menjadikan rekomendasi dari DPRD sebagai pedoman utama dalam menyusun program kerja tahun depan. “Ini komitmen kita bersama menuju visi Sampang Maju, Mandiri dan Berkelanjutan 2045. Kita akan berjalan bersama-sama, tangan bergandengan tangan, untuk mewujudkan Kabupaten Sampang yang lebih baik, makmur, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Sinhaji

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
259 Views




SOSIAL
ASN Sampang Misradin Umumkan Perubahan Agama ke Penghayat Kepercayaan/Kejawen, Dasarkan pada UUD dan Pancasila
admin Posted On April 24, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sampang bernama Misradin telah secara resmi menyampaikan pernyataan tentang perubahan status agama dari Islam menjadi penghayat kepercayaan/kejawen di hadapan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sampang pada Rabu (22/04/2026). Perubahan status keyakinan ini telah tercatat secara resmi dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya, yang semula mencantumkan agama Islam kini disesuaikan sesuai dengan keyakinannya yang sebenarnya.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada tim media Dewan Syuro Islam (DSI), Misradin menyatakan bahwa keputusan ini merupakan pilihan yang muncul dari kedalaman hati tanpa ada unsur untuk mengajak atau mempengaruhi orang lain, terutama masyarakat Kabupaten Sampang. Sebagai warga negara Indonesia sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang, ia menekankan bahwa langkah ini diambil dengan penuh kesadaran tanpa campur tangan pihak lain.

“Misradin menjelaskan bahwa alasan utama melakukan perubahan keyakinan adalah karena kepercayaannya kepada ‘bengatoah/leluhur’ yang telah memberikan pesan tentang ketuhanan/tauhid untuk menjadikannya sebagai orang yang mahir dalam topo/tirakat, berdasarkan dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NKRI) dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Pesan utama yang disampaikan dari leluhurnya adalah bahwa orang yang selamat adalah mereka yang memiliki jiwa luhur, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, serta memiliki welas asih terhadap sesama makhluk di bumi tanpa memandang perbedaan apapun. “Beliau berpesan agar tidak mengganggu hewan, tumbuhan, apalagi manusia karena semua makhluk ini tidak hanya dilindungi, tetapi juga ada keajaiban yang melindunginya yaitu Tuhan semesta alam,” tambahnya.

Menurut Misradin, sebelumnya ia telah diajarkan untuk mengenal ajaran (tretan ke empak kalewan beden) yang menyatakan bahwa jika lebih mendalam menyelami makna kehidupan, pasti akan menemukan keberadaan Tuhan yang memperkenalkan kekuasaan-Nya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, hingga akhirnya menemukan sumber kehidupan melalui ajaran tersebut. Setelah memahami ajaran tersebut, akan diberikan pemahaman oleh Tuhan Yang Maha Esa tentang asal-usul kejadian manusia, tujuan hidup, dan akhirat yang akan ditempuh setelah mati.

“Dulu saya diperintahkan oleh orang tua untuk menghadap Tuhan yang ada di sila pertama Pancasila. Karena tidak ada seorang pun yang dapat mengenal sumber kehidupan ini tanpa melalui pertapaan untuk mendapatkan pelajaran secara langsung dari sumber kehidupan yang disebut guru batin/guru sejati melalui ajaran (tretan ke empak kauleh). Setelah mengenal ajaran tersebut, keselamatan akan ada pada dirinya selama alam masih ada,” pungkasnya.

Keputusan ini menjadi perhatian masyarakat karena sesuai dengan amanat UUD NKRI yang menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama atau keyakinan sesuai dengan hati nuraninya. Misradin juga menegaskan bahwa ia akan tetap menjunjung tinggi prinsip Bhineka Tunggal Ika, tidak mengganggu ketertiban masyarakat, serta tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

 

Penulis : Sonhaji

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
185 Views




POLITIK
Pasca Lebaran, Kesbangpol Jepara Adakan Diskusi Politik dengan Ormas dan Insan Pers, Dorong Partisipasi Politik Masyarakat Menuju Masyarakat yang Sejahtera
admin Posted On April 22, 2026


JEPARA, madura.newssurya.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jepara menggelar diskusi politik bersama organisasi masyarakat (Ormas) dan insan pers pada Rabu (22/04/2026). Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Kesbangpol Jepara ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi pasca Idul Fitri 1447 Hijriah, melainkan juga momentum penting untuk mendorong peningkatan partisipasi politik masyarakat dalam membangun Kabupaten Jepara yang lebih baik.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi Pasca Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Ormas untuk Meningkatkan Partisipasi Politik”, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting di Kabupaten Jepara, termasuk Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno, perwakilan dari lebih dari 50 Ormas se-Kabupaten Jepara, serta perwakilan media massa cetak, elektronik, dan daring yang beroperasi di daerah.

Kepala Kesbangpol Jepara Ony Sulistiyawan dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Ormas dan media massa memiliki peran krusial dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat pijakan demokrasi di tingkat lokal. Menurutnya, kedua elemen ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap perkembangan daerah dan proses politik yang berjalan dengan baik.

“Saat ini, kita memasuki periode di mana partisipasi masyarakat menjadi sangat krusial. Ormas sebagai wadah aspirasi masyarakat dan media sebagai penyampai informasi memiliki peran yang tidak dapat digantikan dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Jepara,” ujar Ony.

Ia juga menyoroti pentingnya tertib administrasi bagi seluruh organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Jepara. Menurut data yang dimiliki Kesbangpol, masih terdapat beberapa Ormas yang belum melakukan pendaftaran ulang secara resmi atau belum melengkapi data administrasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Melalui forum ini, kami mengimbau seluruh Ormas di Kabupaten Jepara, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum memperbarui data, agar segera melapor ke Kantor Kesbangpol Jepara untuk dilakukan pendataan ulang secara administratif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap Ormas beroperasi sesuai dengan peraturan yang ada dan dapat menjadi mitra yang efektif bagi pemerintah dalam berbagai program pembangunan daerah,” tegas Ony pada kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, Ony menekankan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Ormas, dan media massa menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada di daerah, mulai dari peredaran narkoba, penyalahgunaan minuman keras, hingga kasus perundungan yang kerap terjadi di kalangan pelajar.

“Diskusi ini bukan hanya ajang silaturahmi semata, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi antar pihak. Kami berharap Ormas dan insan pers dapat menjadi mitra strategis Bakesbangpol Jepara dalam menjaga stabilitas daerah, menangkal isu negatif, serta mendorong partisipasi politik masyarakat secara sehat dan konstruktif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa insan pers memiliki peran vital sebagai ujung tombak penyebaran informasi yang akurat dan positif mengenai kondisi daerah. Menurutnya, peran media dalam menyampaikan informasi yang benar sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan di Jepara.

“Pers adalah jembatan informasi yang menghubungkan pemerintah dan masyarakat. Kami berharap media dapat terus menyampaikan berita yang edukatif dan menyejukkan, sehingga mampu membangun optimisme masyarakat terhadap pembangunan yang berlangsung di Jepara,” imbuhnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, diskusi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara berbagai pihak dan menciptakan iklim demokrasi yang lebih inklusif.

“Kegiatan seperti ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk memperkuat komunikasi lintas sektor sekaligus menciptakan iklim demokrasi yang lebih kondusif di Kabupaten Jepara. Partisipasi dari semua elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun daerah yang lebih baik,” ujar Pratikno.

Salah satu perwakilan Ormas, yaitu Ketua Umum Lembaga Masyarakat Sejahtera Jepara (LMSJ) Supriyadi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, Ormas siap untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.

“Kami siap untuk melakukan pendataan ulang dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai program. Selain itu, kami juga siap membantu dalam menangkal berbagai isu negatif yang dapat merusak persatuan masyarakat,” ujar Supriyadi.

Sementara itu, perwakilan insan pers dari sebuah media lokal menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk terus menyebarkan informasi yang akurat dan positif mengenai kondisi daerah. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berita yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menyampaikan berita yang edukatif dan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan di Jepara. Dengan informasi yang akurat, masyarakat akan lebih mudah memahami program pemerintah dan berpartisipasi secara aktif,” ujarnya.

Menutup acara tersebut, Ony juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir, mengingat suasana masih dalam bulan Syawal yang penuh berkah. Ia berharap seluruh pihak dapat terus menjaga hubungan baik dan bekerja sama untuk kemajuan Kabupaten Jepara.

Kegiatan diskusi ini berjalan dengan sangat aktif, dengan berbagai usulan dan masukan yang diajukan oleh peserta. Beberapa poin penting yang muncul dalam diskusi antara lain upaya meningkatkan literasi politik masyarakat, pendataan Ormas yang lebih komprehensif, serta kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, Ormas, dan media dalam menangani berbagai permasalahan sosial di daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk memperkuat komunikasi lintas sektor sekaligus menciptakan iklim demokrasi yang lebih inklusif dan kondusif di Kabupaten Jepara, sehingga setiap elemen masyarakat dapat berkontribusi secara optimal dalam membangun daerah yang lebih baik dan sejahtera.

 

(Gun JPR)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
111 Views




EKONOMI
Sekdes Tamberu Barat Verifikasi Operasional Peternakan Ayam Petelur BUMDes Cakrawala, Dorong Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Masyarakat
admin Posted On April 20, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com – Sekretaris Desa Tamberu Barat, Sufyan Asy’ari, melakukan verifikasi langsung terhadap operasional unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cakrawala Desa Tamberu Barat. Unit usaha yang baru mulai beroperasi terhitung sejak Senin (20/04/2026) ini mengelola sebanyak 500 ekor ayam petelur di area lokasi BUMDes yang terletak di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Dalam kunjungan verifikasi yang dilakukan pada hari ini, Sekdes Sufyan Asy’ari memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan ayam petelur berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Ia juga menyempatkan diri untuk melihat kondisi kandang, sistem ventilasi, serta fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan untuk perawatan ayam.

“Saya ingin memastikan bahwa setiap aspek dari pengelolaan ayam petelur ini berjalan dengan baik. Mulai dari kondisi kandang yang bersih, suhu yang stabil, hingga kualitas pakan yang diberikan kepada ayam-ayam tersebut harus selalu diperhatikan dengan cermat,” ujar Sufyan Asy’ari saat meninjau area peternakan.

Peternakan ini dijalankan oleh pekerja berpengalaman bernama Selly, yang telah memiliki lebih dari 7 tahun pengalaman dalam merawat ayam petelur. Saat ditanya oleh Sekdes Sufyan terkait tahapan perawatan mulai dari awal hingga ayam siap bertelur, Selly menjelaskan secara rinci:

“Untuk perawatan awal, ayam yang kami terima berusia sekitar 17 minggu, sehingga sudah memasuki tahap sebelum bertelur. Kami melakukan adaptasi kandang selama 2 hari pertama, memastikan suhu ruangan berada di antara 22-25 derajat Celsius dan kelembapan terkontrol. Selain itu, kami memberikan pakan khusus yang diformulasikan dengan kandungan kalsium dan vitamin D yang cukup untuk mendukung pembentukan cangkang telur yang kuat,” jelas Selly.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa perawatan sehari-hari meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan ayam setiap pagi dan sore, pembersihan kandang secara berkala untuk mencegah penyakit, serta memastikan pasokan air minum dan pakan yang cukup.

“Proses hingga ayam mulai bertelur biasanya memakan waktu sekitar 2-3 minggu setelah tiba di sini, jadi perkiraan akan menghasilkan telur pada awal Mei mendatang. Selama masa ini, kami fokus menjaga agar ayam tidak mengalami stres karena hal ini dapat mempengaruhi produktivitas. Kami juga mencatat setiap perkembangan ayam secara harian, mulai dari konsumsi pakan hingga tanda-tanda awal bertelur,” tambahnya.

Sekdes Sufyan Asy’ari menyampaikan apresiasi kepada Selly dan seluruh tim BUMDes yang telah menjalankan operasional dengan baik. Menurutnya, unit usaha ayam petelur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan desa tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti penyediaan telur segar dan kesempatan kerja tambahan.

“Kami berharap dengan adanya usaha ini, dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Desa Tamberu Barat. Selain itu, kami juga berencana untuk mengembangkan unit usaha ini dengan menambah jumlah ayam hingga 1.000 ekor pada tahun depan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin belajar merawat ayam petelur,” ujar Sufyan Asy’ari.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sampang untuk memberikan pendampingan terkait kesehatan ternak dan pengelolaan limbah peternakan agar ramah lingkungan. Program pelatihan bagi masyarakat juga akan diselenggarakan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan tentang beternak ayam petelur.

“Kita berharap dengan adanya usaha ini, dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sekdes Sufyan Asy’ari.

 

Penulis : Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
201 Views




BUDAYA
Kepemimpinan Baru MADAS Sedarah Sampang Resmi Dilantik, H. Muis Dipilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPC
admin Posted On April 18, 2026


SAMPANG – madura.newssurya.com  – Kegiatan rapat konsolidasi dan penyusunan kepengurusan baru Masyarakat Adat Suku Madura (MADAS) Sedarah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sampang telah berlangsung dengan lancar dan penuh semangat pada hari Sabtu (18/04/2026). Acara yang diadakan di Gedung Kantor Dewan Pengurus Anggota Cabang (DPAC) MADAS Sedarah Ketapang – berlokasi di Jalan Raya Ketapang–Banyuates, Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur – menjadi ajang untuk membentuk kepengurusan yang diharapkan akan membawa organisasi ke level yang lebih baik.

Sebagai organisasi yang telah berperan penting sebagai pilar sosial dan budaya masyarakat Madura di Kabupaten Sampang selama bertahun-tahun, MADAS Sedarah melalui rapat ini mengambil keputusan strategis dengan memilih H. Muis sebagai Ketua DPC MADAS Sedarah Kabupaten Sampang. Proses pemilihan berlangsung dengan mekanisme aklamasi yang menunjukkan dukungan bulat dari seluruh peserta, dimana tidak ada satu pun nama calon lain yang diajukan untuk jabatan kepemimpinan tertinggi organisasi ini.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta ini tidak hanya diisi oleh jajaran pengurus dari berbagai tingkatan organisasi – mulai dari perwakilan cabang kecamatan hingga anggota DPAC dari seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Sampang – melainkan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan dan budaya lainnya di daerah. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa MADAS Sedarah memiliki peran yang signifikan dan dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat di Sampang. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk membawa MADAS Sedarah menjadi lembaga yang lebih dinamis, adaptif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pidato pertamanya setelah resmi terpilih, H. Muis menyampaikan komitmennya yang kuat untuk mengembangkan MADAS Sedarah Sampang menjadi organisasi yang kokoh dalam struktur dan tata kelola, memiliki standar profesionalisme tinggi dalam setiap kegiatannya, serta berfungsi sebagai wadah yang efektif dan representatif untuk menyampaikan aspirasi serta harapan masyarakat Madura di wilayah Kabupaten Sampang.

“Saya dengan rasa syukur yang mendalam mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh anggota dan pengurus MADAS Sedarah. Amanah yang diberikan ini bukanlah beban yang hanya saya tanggung sendiri, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang harus kita bangun dan jalankan secara bersama-sama oleh seluruh komponen pengurus – mulai dari tingkat puncak organisasi hingga struktur paling dasar yang berada di tengah-tengah masyarakat. Saya berharap kita semua dapat bekerja sama dengan erat, saling mendukung, dan bersinergi untuk mengangkat martabat MADAS Sedarah serta menjaga integritas organisasi yang telah kita bangun bersama di tanah air kita,” ucapnya dengan penuh semangat.

Ia juga menegaskan bahwa upaya konsolidasi internal dalam organisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan, dengan memperkuat setiap struktur organisasi hingga ke tingkat yang paling bawah. Menurutnya, hal ini menjadi prasyarat mutlak agar gerakan organisasi dapat berjalan dengan arah yang jelas, program kerja dapat terealisasi dengan baik, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Madura di daerah ini.

“Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang ada secara nama saja, tetapi ingin menjadi organisasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, kita perlu memperkuat setiap struktur hingga ke pelosok desa, sehingga setiap anggota dan masyarakat bisa merasakan keberadaan dan manfaat dari MADAS Sedarah,” tambahnya.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga telah disepakati secara musyawarah mufakat susunan kepengurusan awal yang meliputi beberapa jabatan penting, seperti Sekretaris Umum, Bendahara, serta beberapa koordinator bidang. Susunan ini akan segera dilengkapi dengan pembagian tugas pada bidang-bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan organisasi, kemudian disahkan secara resmi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku dalam struktur organisasi MADAS Sedarah.

Beberapa bidang utama yang akan menjadi fokus perhatian pengurus baru adalah bidang tata organisasi dan pembinaan anggota, bidang pembinaan agama dan nilai-nilai budaya, bidang kerjasama dan hubungan masyarakat, serta bidang pembinaan dan kesejahteraan anggota serta masyarakat luas. Keberadaan bidang-bidang ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi MADAS Sedarah di tengah masyarakat serta meningkatkan kontribusi organisasi pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, mulai dari pelestarian budaya Madura, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, hingga pembinaan sosial kemasyarakatan.

H. Roespandi, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam rapat dan juga anggota MADAS Sedarah, menyampaikan bahwa proses pemilihan H. Muis melalui mekanisme aklamasi menunjukkan tingkat kohesi dan persatuan yang sangat tinggi di dalam organisasi.

“Hal ini tidak hanya menggambarkan dukungan yang kuat dan tak terbantahkan terhadap beliau sebagai pemimpin, melainkan juga mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang mendalam di kalangan anggota MADAS Sedarah di Sampang. Kami sangat yakin bahwa dengan kepemimpinan beliau yang memiliki pengalaman dan integritas yang baik, organisasi akan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Madura di Kabupaten Sampang. Kita berharap MADAS Sedarah bisa menjadi contoh organisasi kemasyarakatan yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” paparnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru yang kuat dan memiliki visi yang jelas, MADAS Sedarah DPC Kabupaten Sampang diharapkan dapat aktif berperan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal Madura yang kaya, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga masyarakat tanpa memandang latar belakang. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan dapat turut serta aktif dalam berbagai program pembangunan daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun mitra kerja lainnya, seperti program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, hingga pembangunan sarana prasarana desa.

Rapat konsolidasi ditutup dengan sesi doa bersama yang penuh makna, dipimpin oleh tokoh agama yang hadir, diikuti dengan komitmen bersama dari seluruh pengurus untuk menjaga keharmonisan dalam organisasi dan menjalankan setiap aktivitas organisasi dengan cara yang profesional serta penuh tanggung jawab terhadap masyarakat dan pemerintah daerah. Para pengurus juga menyatakan siap untuk segera menjalankan tugas dan menyusun program kerja rinci untuk tahun depan yang akan fokus pada pemberdayaan anggota dan masyarakat luas.

 

Penulis : Gus Tanjung

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
174 Views




BUDAYA
Halal Bi Halal PT Detik Surya Group Dorong Media Digital Jadi Penguat Persatuan, Kolaborasi dengan Pemerintah Seluruh Indonesia
admin Posted On April 15, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com – Acara Halal Bi Halal PT Detik Surya Group yang digelar pada Rabu (15/04/2026) telah melahirkan gagasan strategis terkait peran media digital sebagai alat pemersatu bangsa di masa depan. Acara yang diadakan di gedung utama kantor pusat PT Detik Surya Group ini dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen, staf dari berbagai divisi, serta mitra kerja dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, grup media ini mengusulkan pembangunan program kolaboratif yang erat dengan pemerintah di seluruh Indonesia, bertujuan menjadikan media sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan bangsa melalui kajian ilmiah dan kontribusi yang bermanfaat.

Dalam suasana silaturahmi yang penuh semangat persatuan kebangsaan, Pimpinan Redaksi Utama PT Detik Surya Group, Son Haji, menyampaikan pandangan mendalam mengenai arah perkembangan grup media yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa media digital harus berperan aktif dalam menyatukan berbagai elemen bangsa, dengan tetap konsisten menyajikan informasi yang akurat, seimbang, dan dapat dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat dari daerah hingga perkotaan.

Selain itu, ia menekankan bahwa setiap kajian dan analisis yang dihasilkan oleh tim jurnalistik harus selalu mengedepankan prinsip etika jurnalistik yang tinggi, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, serta memperhatikan konteks budaya dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

“Ke depannya, kami berharap Detik Surya Group dapat menjadi landasan penting yang dibangun oleh para profesional jurnalis anak bangsa yang memiliki integritas tinggi. Kami ingin memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui kinerja yang optimal dan karya-karya yang memiliki nilai pendidikan tinggi, bahkan mampu menjadi contoh standar kewartawanan terbaik di tingkat nasional maupun regional,” ucap Son Haji dalam pidatonya.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang akan dibangun dengan pemerintah di berbagai tingkatan di seluruh Indonesia diharapkan memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan sistem pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat luas. Melalui kolaborasi yang sinergis, diharapkan akan muncul ide-ide baru yang inovatif yang mampu meningkatkan kualitas berpikir dan wawasan masyarakat Indonesia dalam memahami informasi, sekaligus memperkuat peran penting dunia pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan komitmen yang kuat untuk menjaga serta meningkatkan kesejahteraan seluruh tenaga jurnalis profesional yang bekerja di bawah naungan Detik Surya Group. Para wartawan diharapkan dapat bekerja secara sinergis dengan unsur pemerintah serta menyatu dengan kehidupan masyarakat luas untuk memahami berbagai aspirasi dan tantangan yang dihadapi rakyat.

Media digital yang terus dikembangkan oleh grup ini juga diharapkan menjadi wadah yang efektif untuk mengangkat aspirasi masyarakat dari berbagai daerah, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang kokoh antara pemerintah dan rakyat.

“Dengan mengedepankan kajian ilmiah yang mendalam dan teori yang sesuai dengan kondisi kehidupan bermasyarakat serta perkembangan zaman, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk masyarakat yang cerdas dan memiliki daya kritis yang sehat, sekaligus memperkuat ikatan persatuan dan kesatuan bangsa Republik Indonesia yang telah terjalin selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Acara yang penuh makna ini diakhiri dengan sesi diskusi antarpeserta. Semua hadirin menyampaikan harapan bahwa setiap langkah yang akan ditempuh akan memberikan manfaat luas bagi perkembangan bangsa dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di masa mendatang, serta menjadi tonggak dalam membangun media digital yang berperan sebagai pemersatu bangsa.

 

Penulis : Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
210 Views




KESEHATAN
Bupati Sampang Resmikan Puskesmas Karangpenang, Diharapkan Jadi Penggerak Pembangunan Kesehatan Masyarakat
admin Posted On April 15, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com  – Acara peresmian Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karangpenang berlangsung meriah dan penuh semangat di lokasi fasilitas kesehatan baru yang telah selesai dibangun. Bupati Sampang hadir langsung untuk memimpin rangkaian acara resmi, diiringi oleh segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Sampang, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, seluruh kepala dinas terkait, aparatur kecamatan dan desa se-wilayah Karangpenang, serta perwakilan masyarakat yang telah lama menantikan kehadiran fasilitas kesehatan ini.

Acara yang diadakan di halaman Puskesmas Karangpenang tidak hanya menampilkan prosesi resmi peresmian, tetapi juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Madura yang menghibur para tamu undangan. Tarian tradisional seperti Gandrung Madura dan pertunjukan musik lokal menggunakan alat tradisional menjadi bagian penting dalam meriahkan kelahiran fasilitas kesehatan baru ini. Para tamu undangan yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang juga disuguhkan hidangan khas daerah yang telah disiapkan dengan penuh perhatian oleh panitia pelaksana.

Dalam pidatonya yang disampaikan secara resmi, Bupati Sampang menegaskan bahwa peresmian Puskesmas Karangpenang merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karangpenang dan sekitarnya. “Kami berharap Puskesmas ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan dasar yang memenuhi standar, tetapi juga menjadi titik temu bagi masyarakat untuk merasakan pelayanan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah dijangkau,” ucap Bupati.

Ia menjelaskan bahwa Puskesmas Karangpenang dirancang secara cermat untuk melayani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan awal, pengobatan penyakit umum, pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga penanganan kasus kesehatan yang membutuhkan perawatan intensif di tingkat puskesmas. Dana yang dikeluarkan untuk pembangunan dan operasional fasilitas ini berasal dari alokasi anggaran pemerintah pusat dan daerah yang telah dialokasikan dengan cermat, dengan komitmen bahwa pengelolaannya akan dilakukan secara transparan serta akuntabel melalui mekanisme pengawasan yang ketat.

“Kami memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan dan operasional Puskesmas ini memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Tenaga kesehatan yang akan bertugas di sini telah melalui pelatihan yang komprehensif dan memiliki kompetensi yang mumpuni, siap memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan standar pelayanan kesehatan nasional. Mulai dari pemeriksaan awal hingga pengelolaan kasus penyakit yang umum terjadi di daerah ini, seperti penyakit menular dan penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat, semua akan ditangani dengan profesional,” jelas Bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa keberadaan Puskesmas Karangpenang diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil sekitar Kecamatan Karangpenang. Sebelumnya, sebagian besar masyarakat harus menempuh jarak jauh hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai. “Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi harus jauh-jauh pergi ke rumah sakit besar untuk mendapatkan perawatan dasar dan pengobatan penyakit yang umum terjadi. Ini akan menghemat waktu dan biaya masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima,” tambahnya.

“Kami berharap Puskesmas ini menjadi tonggak kemajuan dalam pengembangan sektor kesehatan masyarakat di Kabupaten Sampang. Semoga keberadaannya dapat memberikan kontribusi positif yang nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Karangpenang,” pungkas Bupati dalam bagian penutup pidatonya.

Acara ditutup dengan pemotongan pita simbolis oleh Bupati beserta pejabat terkait, diikuti dengan kunjungan bersama ke berbagai ruangan dan fasilitas yang telah disiapkan di Puskesmas Karangpenang. Para tamu undangan diperlihatkan ruang pemeriksaan umum, ruang gawat darurat, ruang rawat jalan, laboratorium, apotek, serta area pelayanan khusus untuk ibu dan anak. Suasana acara penuh dengan kegembiraan dan harapan akan terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sampang.

 

Penulis : Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
158 Views




BUDAYA
Halal Bihalal Madas Sedarah, Serumpun, dan Nusantara Meriah Digelar, Tujuan Satukan Pergerakan Ormas di Madura
admin Posted On April 1, 2026


BANGKALAN, madura.newssurya.com – Acara halal bihalal yang diikuti oleh tiga organisasi masyarakat besar di Pulau Madura, yaitu Madas Sedarah, Madas Serumpun, dan Madas Nusantara, berlangsung sangat meriah di Gedung Serbaguna Ratu Ibu Bangkalan pada hari Rabu (01/04/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta mulai dari pengurus pusat, pengurus cabang, hingga anggota biasa dari ketiga ormas tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat kekeluargaan.

Seluruh undangan datang dari berbagai daerah di Pulau Madura, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep, hadir dengan penuh antusiasme. Suasana hangat terasa sejak awal acara dengan saling bersalaman dan memaafkan satu sama lain, menjadi bukti bahwa tali silaturahmi antaranggota masih sangat erat meskipun ada kesibukan masing-masing sehari-hari.

Dalam sesi pembicaraan yang penuh makna, sejumlah tokoh ormas sejarah dan pengurus Madas Nusantara menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal tahunan ini memiliki tujuan utama yang sangat strategis, yaitu untuk menyatukan seluruh pergerakan ormas yang ada di Pulau Madura. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggapan terhadap berbagai isu yang beredar di masyarakat belakangan ini, yang menimbulkan kekhawatiran terkait kemungkinan terjadinya perpecahan di antara elemen Madas.

“Kita sadar bahwa belakangan ini ada beberapa informasi yang tidak benar yang menyebarkan kebingungan dan kekhawatiran di tengah masyarakat, bahkan menyatakan bahwa Madas mengalami perpecahan. Kegiatan halal bihalal ini menjadi bukti nyata bahwa kita tetap satu keluarga besar yang tidak terpisahkan,” ujar salah satu tokoh ormas sejarah dalam sambutannya.

Ketua Umum Madas Sedarah, Taufik, dalam sambutannya yang penuh semangat menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara berbagai ormas untuk terus mengawal perkembangan daerah dan mendukung kedatangan investor ke Pulau Madura. Menurutnya, kesatuan antarormas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Kita harus bersinergi dan tetap kompak dalam mengawal perkembangan daerah. Pulau Madura saat ini sedang dalam masa transisi dengan berbagai potensi yang mulai tergarap, baik dari sektor pariwisata, pertanian, maupun industri. Melalui acara halal bihalal ini, kita berharap seluruh elemen Madas Sedarah, Nusantara, dan Serumpun dapat bersatu padu untuk menciptakan masyarakat Madura yang harmonis dan sejahtera,” jelas Taufik.

Ia juga menambahkan bahwa setiap elemen dalam ormas tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas dan peran masing-masing dengan baik, menjadikan momen kebersamaan ini sebagai dasar yang kokoh bagi kemajuan bersama di masa depan. Selain itu, pembahasan yang dilakukan dalam acara ini juga menyentuh berbagai aspek penting terkait kemajuan teknologi dan industri yang mulai masuk ke Pulau Madura, dengan harapan dapat memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kita tidak hanya fokus pada kesatuan semata, tetapi juga bagaimana kesatuan tersebut dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat. Kemajuan teknologi dan industri yang datang harus memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Madura, terutama bagi kaum muda dan petani yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.

Acara ini juga diisi dengan sesi diskusi terbuka di mana para peserta dapat menyampaikan aspirasi dan ide-ide konstruktif untuk kemajuan bersama. Beberapa usulan yang muncul antara lain tentang pembentukan forum komunikasi antarormas secara berkala, pengembangan program kemasyarakatan bersama, serta upaya untuk lebih aktif dalam mendukung program pemerintah daerah.

Dengan terlaksananya acara halal bihalal yang meriah ini, diharapkan seluruh ormas di Madura dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan sinergi. Kesatuan yang terjalin diharapkan mampu membuat mereka berkontribusi secara optimal dalam membangun daerah yang lebih baik serta menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat Madura di tengah dinamika perkembangan zaman.

 

Editor             : Sonhaji

Narasumber : Bung Taufik

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
219 Views




BUDAYA
Pengukuhan Pengurus Baru Ormas MADAS dan Halal Bihalal Diikuti Bupati Sampang dan Para Tokoh, Dorong Sinergi untuk Kemajuan Madura
admin Posted On Maret 28, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) MADAS (Madura Asli Anak Sedarah Anak Serumpun) telah secara resmi mengukuhkan pemimpinan tertingginya untuk periode 2026-2031, dengan H. Muhammad Toha, SH., M.H., dipercayakan sebagai Ketua Umum baru. Acara pengukuhan yang diiringi dengan kegiatan halal bihalal digelar meriah di Gedung Kholifah Sampang Water Park, berlokasi di Jalan Pahlawan Gang 5 Nomor 57, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, pada hari Sabtu (28/03/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Raya Ketupat ini tidak hanya menjadi ajang pengesahan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang penuh makna bagi seluruh anggota dan insan MADAS. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi hadir langsung sebagai tamu kehormatan, yang menyatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan organisasi yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan sosial budaya masyarakat Madura. Kehadiran Bupati menjadi salah satu sorotan utama dalam acara yang dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai daerah.

Tujuan utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk menyahkan secara resmi kepengurusan baru MADAS sekaligus mempererat tali silaturahmi sesama anggota serta seluruh insan MADAS pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026. Kegiatan semacam ini menjadi momen yang sangat berharga bagi setiap organisasi untuk membangun rasa kebersamaan, integritas, serta harmonisasi antaranggota dan juga dengan berbagai elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Sampang.

Selain Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, turut menghiasi acara tersebut perwakilan Kapolres Kabupaten Sampang AKP Moh. Mohni yang mewakili Kapolda Jatim, perwakilan Dandim 0828 Kabupaten Sampang Letkol Inf. Dedi Kurniawan, sejumlah tokoh agama terkemuka di Sampang seperti KH. Muhtadir dari Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Suber dari Pondok Pesantren Al-Muttaqin, tokoh masyarakat seperti H. Rasyid yang juga menjabat sebagai Panglima MADAS, seluruh jajaran pengurus MADAS dari tingkatan Nasional hingga Daerah, perwakilan dari berbagai DPD dan DPC MADAS se-Indonesia, insan pers dari berbagai media massa lokal dan nasional, serta ratusan tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Madura bahkan dari luar Pulau Madura seperti Jawa Timur, Jakarta, dan beberapa kota besar lainnya.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan prosesi pengalungan bunga kepada Ketua Umum baru MADAS H. Moh. Toha, yang diiringi oleh penampilan tari tradisional Melati Sato’ yang digelar oleh Sanggar Tari Trunujoyo Dalpenang Sampang. Penampilan tari yang penuh keanggunan tersebut kemudian diikuti dengan irama musik tradisional Daul Duk-duk Walang Sengit dari Desa Panggung Sampang, yang memberikan nuansa budaya Madura yang khas dan membuat suasana acara semakin meriah.

Setelah prosesi pembukaan budaya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilakukan oleh KH. Syaiful M yang khidmat dan penuh kesungguhan, diikuti dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Nomor A/HK.01.07/MEN/2026 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia terkait pengesahan kepengurusan baru MADAS. Setelah itu, pembacaan susunan lengkap pengurus MADAS periode 2026-2031 dilakukan oleh Sekretaris Jenderal MADAS H. Joko Susilo, yang mencakup pengurus dari tingkat Pusat hingga Cabang.

Ketua Umum MADAS H. Moh. Toha, SH., M.H., yang akrab disapa Aba Toha oleh seluruh anggota, dalam sambutannya yang penuh emosional menyampaikan rasa penghormatan kepada seluruh elemen yang telah mendukung keberlangsungan organisasi sejak awal berdiri. “Saya akan menyapa satu persatu, rasa hormat saya kepada KH Muhtadir, Ust Basid, KH Ending, KH Suber, KH Syaiful M, juga Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bapak Dandim 0828, Kapolres Sampang, Lurah Sampang H. Ahmad, Ketum MADAS Sedarah H. Taufik, Pengawas MADAS Sedarah Bung Taufik, Panglima MADAS H. Rasyid, seluruh perwakilan DPD dan DPC se-Indonesia serta tamu undangan yang telah menghadiri acara ini dengan rela menyempatkan waktu dari kesibukan masing-masing,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Ia juga mengungkapkan rasa penghargaan yang mendalam kepada keluarga pendiri MADAS yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendirikan organisasi ini. “Dalam kesempatan ini kami juga dengan bangga mengundang keluarga dari pendiri MADAS yaitu H. Berlian (istri Hj. Siti Aminah dan keempat anaknya, yaitu H. Agus, Hj. Siti, H. Budi, dan H. Dani) dari Sidoarjo, Jawa Timur. Kita harus menghargai jasa-jasa beliau yang telah dengan gigih mendirikan MADAS yang kita cintai ini dan telah membesarkannya hingga saat ini saya dipercayakan untuk memimpinnya. Tanpa jasa beliau, MADAS tidak akan sampai sejauh ini,” jelas Aba Toha dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi.

Sementara itu, Doktor Mulyadi selaku Ketua Panitia Acara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MADAS menyampaikan harapan besar bagi perkembangan MADAS ke depannya. “Kita berharap seluruh elemen MADAS bisa bersatu padu dan menghilangkan segala bentuk perpecahan yang mungkin ada. Baik yang ada di wilayah Indonesia maupun yang berada di luar negeri, seperti di Malaysia, Singapura, bahkan di beberapa negara Eropa dan Amerika yang memiliki komunitas MADAS. Semoga MADAS bisa menjadi organisasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura di mana pun berada, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan negara,” ucapnya dengan penuh semangat.

Dalam sambutannya yang hangat, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas pengukuhan H. Moh. Toha sebagai Ketua Umum baru MADAS. Ia juga mengungkapkan hubungan lama yang telah terjalin erat dengan Aba Toha sejak puluhan tahun yang lalu. “Kami dulu adalah sahabat karib sekaligus memiliki persaingan yang sehat dalam dunia bisnis dengan H. Toha, namun kita selalu menjaga tali persahabatan yang erat tanpa pernah terganggu oleh persaingan tersebut. Kalau beliau sukses dalam dunia bisnis dan telah membangun banyak usaha yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Madura, saya sendiri fokus dalam dunia pemerintahan untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Sampang,” katanya sambil tersenyum.

Bupati juga tidak sungkan menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi organisasi yang saat ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda. “Saya merasa miris melihat MADAS yang pada awalnya berdiri sebagai satu kesatuan besar kini terpecah menjadi tiga kelompok yang berbeda. Padahal nama MADAS sendiri membawa makna yang sangat dalam, yaitu Madura Asli Anak Sedarah Anak Serumpun yang seharusnya mencerminkan rasa persaudaraan yang erat. Seharusnya kita bisa bersatu kembali agar bisa kompak dalam membesarkan nama besar MADAS dan membawa manfaat bagi masyarakat Madura secara luas. Semoga dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, Madura Asli Anak Serumpun ini bisa menjadi organisasi yang solid dan kuat,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Sampang.

“Saya berharap MADAS cukup yang ini saja yang menjadi wadah utama dan representatif dari seluruh elemen MADAS, dan yang lainnya bisa dengan lapang dada bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh. Pemerintah Kabupaten Sampang siap selalu mendukung setiap program dan kegiatan MADAS yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami akan datang setiap kali diundang untuk acara-acara yang seperti ini, karena kami melihat MADAS memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya dengan penuh semangat, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta hadir.

Acara ditutup dengan sesi halal bihalal dan musafahah yang penuh kehangatan antara seluruh peserta, serta pembagian cenderamata yang merupakan produk khas Madura sebagai simbol rasa persaudaraan dan kebersamaan yang erat.

 

Penulis : Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
268 Views




SOSIAL
Konsultasi Pengurus Poktan Demisioner Desa Tamberu Barat Digelar, Bahas Inventarisasi Alat dan Syarat Pupuk Bersubsidi
admin Posted On Maret 26, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com  – Acara konsultasi tahunan untuk pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang menjadi perwakilan di setiap dusun Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, berlangsung dengan sukses pada hari Kamis (26/3/2026) di Ruang Rapat Kantor Desa Tamberu Barat. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 peserta – terdiri dari pengurus Poktan dan tokoh petani dari 6 dusun yang ada di wilayah desa – juga menghadirkan tenaga ahli dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sokobanah.

Sufyan Asy’ari, Sekretaris Desa Tamberu Barat yang memimpin jalannya acara, membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa tujuan utama dari konsultasi ini adalah untuk menyelaraskan informasi terkait program pertanian yang dicanangkan pemerintah, memperkuat kerja sama antar kelompok tani, serta memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat optimal bagi perkembangan usaha tani masyarakat desa. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Pejabat Pembantu (Pj.) Kepala Desa Tamberu Barat, Ach. Rifandi, dan Kordinator BPP Kecamatan Sokobanah, Mukhayat Zuhri.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Pj. Kepala Desa Ach. Rifandi menyoroti pentingnya melakukan pertanggungjawaban terhadap penggunaan bantuan alat pertanian yang telah diberikan oleh pemerintah selama lima tahun berturut-turut, mulai dari tahun 2021 hingga 2025. Selama periode tersebut, Desa Tamberu Barat telah menerima berbagai fasilitas pendukung pertanian seperti traktor mini, mesin semprot pestisida, alat pembersih lahan sawah, serta peralatan untuk proses panen, yang semuanya telah dibagikan kepada beberapa Poktan unggulan di desa.

Beliau mengimbau setiap ketua Poktan untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi masing-masing alat pertanian yang diterima, kemudian melaporkan apakah alat tersebut masih dalam kondisi prima dan dapat digunakan secara maksimal, mengalami kerusakan ringan yang masih bisa diperbaiki, atau mengalami kerusakan berat yang memerlukan perawatan mendalam atau penggantian komponen utama.

“Kita harus mengetahui kondisi sebenarnya dari setiap alat pertanian yang telah kita terima selama lima tahun terakhir. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar memberikan kontribusi bagi peningkatan produktivitas pertanian dan dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas kepada pemerintah serta seluruh masyarakat. Selain itu, data yang kita kumpulkan ini akan menjadi dasar pertimbangan kita ketika mengajukan bantuan baru atau permohonan perbaikan alat di masa yang akan datang,” ungkap Ach. Rifandi.

Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh petani yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam meningkatkan hasil panen, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan pola cuaca dan fluktuasi harga komoditas pertanian. Ia mengajak seluruh warga petani Desa Tamberu Barat untuk terus meningkatkan kualitas usaha tani mereka melalui penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal, serta tetap konsisten dalam menjalankan komitmen untuk pembangunan sektor pertanian di desa yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Setelah sambutan dari Pj. Kepala Desa, Mukhayat Zuhri sebagai Kordinator BPP Kecamatan Sokobanah menjelaskan dengan rinci mengenai persyaratan dan ketentuan untuk memperoleh pupuk bersubsidi tahun ini. Menurutnya, program pupuk bersubsidi merupakan kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan biaya produksi bagi petani sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Setiap petani yang ingin mengajukan bantuan pupuk bersubsidi harus melengkapi seluruh berkas administrasi yang diperlukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berkas yang harus disiapkan mencakup Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, Salinan Kartu Keluarga (KK), serta Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT) atau sertifikat kepemilikan tanah sebagai bukti bahwa lahan yang akan diolah benar-benar dimiliki atau digunakan secara sah. Selain itu, petani juga diwajibkan untuk melakukan pendaftaran melalui sistem daring yang telah disediakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sampang,” jelas Mukhayat secara terperinci.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, BPP, dan seluruh komunitas petani untuk mewujudkan program swasembada pangan yang berkelanjutan, khususnya di Desa Tamberu Barat, sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan bersama oleh Pj. Kepala Desa. Menurutnya, pencapaian swasembada pangan tidak hanya bergantung pada volume produksi yang tinggi, tetapi juga pada pengelolaan distribusi yang efisien, keragaman jenis komoditas yang dihasilkan, serta sistem pemasaran yang menguntungkan bagi para petani.

“Program swasembada pangan bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, melainkan juga seluruh elemen masyarakat terutama para petani yang menjadi ujung tombak dalam produksi pangan. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkannya sehingga Desa Tamberu Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Kita akan fokus pada pengembangan beberapa komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, serta berbagai jenis sayuran yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di desa ini,” pungkasnya.

Kegiatan konsultasi ini berjalan dengan sangat meriah dan diisi dengan sesi tanya jawab yang sangat aktif, di mana para pengurus Poktan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan dan perawatan alat pertanian, tahapan pendaftaran pupuk bersubsidi, teknik budidaya yang lebih efektif, serta langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian di desa. Beberapa ide kreatif juga muncul selama diskusi, antara lain terkait dengan pendirian badan usaha bersama untuk pemasaran hasil pertanian dan pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi petani dalam pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Pada bagian akhir acara, seluruh peserta sepakat untuk segera melaksanakan inventarisasi alat pertanian sesuai dengan arahan Pj. Kepala Desa dan mulai menyiapkan seluruh berkas administrasi yang diperlukan untuk pendaftaran pupuk bersubsidi tahun ini. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi serta bukti komitmen bersama untuk kemajuan sektor pertanian di Desa Tamberu Barat.

 

Penulis : Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
157 Views




Uncategorized
SPBU di Banyuanyar Sampang Diduga Langgar Peraturan, Isi BBM ke Jerigen Tanpa Izin Resmi – Ancaman Bahaya dan Penyalahgunaan Subsidi Meningkat
admin Posted On Maret 24, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sampang, salah satunya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, diduga telah secara berulang melakukan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah dengan melayani pengisian bensin dan solar ke dalam jerigen tanpa menyertakan surat rekomendasi dari instansi berwenang. Praktik ini tidak hanya bertentangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk mengatur alur distribusi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat serta mengganggu kelancaran pasokan BBM bersubsidi yang ditujukan untuk sektor produktif.

Peraturan Jelas, Namun Masih Diabaikan
Larangan pengisian BBM ke dalam wadah seperti jerigen tanpa izin resmi telah diatur secara rinci dalam berbagai peraturan hukum. Pemerintah menetapkan aturan ini dengan pertimbangan yang matang – selain untuk menghindari risiko kebakaran dan ledakan akibat listrik statis (mengingat BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan solar memiliki sifat yang sangat mudah terbakar), juga untuk memastikan bahwa BBM bersubsidi tidak terjebak pada penyalahgunaan. BBM bersubsidi seharusnya menjadi dukungan bagi sektor-sektor penting seperti pertanian, perikanan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan transportasi umum yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sesuai ketentuan yang berlaku, setiap SPBU yang menerima permintaan pengisian BBM ke dalam jerigen wajib meminta bukti surat rekomendasi dari dinas pertanian, perikanan, atau instansi terkait yang menyatakan bahwa penggunaan BBM tersebut sesuai dengan ketentuan dan untuk keperluan yang sah. Bagi SPBU yang terbukti melanggar, sanksi yang dapat diberikan cukup berat – mulai dari teguran resmi, denda yang signifikan, hingga penghentian operasional sementara atau bahkan pemutusan izin usaha secara permanen.

Banyak SPBU Dilaporkan Terlibat
Hasil pantauan yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa tidak hanya SPBU dengan kode 54.692.05 di Jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, yang melakukan praktik tersebut. SPBU 54.692.10 yang berlokasi di kawasan Panyepen juga masuk dalam daftar yang dilaporkan melakukan tindakan serupa. Beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pengisian BBM ke jerigen tanpa izin seringkali dilakukan dalam volume besar, terutama pada rentang waktu tertentu ketika pengawasan dari pihak berwenang terasa kurang intensif.

Warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terkait kondisi ini. “Kami sering menyaksikan kendaraan pribadi atau truk datang membawa banyak jerigen untuk diisi BBM. Kami khawatir ini bukan untuk keperluan yang sah, dan juga merasa tidak aman karena jerigen yang digunakan seringkali merupakan jenis plastik yang tidak memenuhi standar keamanan,” ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi SPBU. Mereka juga mengajukan pertanyaan apakah pihak-pihak yang melakukan pembelian dalam jumlah besar telah memiliki dokumen yang sah dan menjalankan proses sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Hukuman Berat Menanti Pelanggar
Praktik pelanggaran ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan dan distribusi BBM, tetapi juga dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang berat. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pihak yang terbukti melakukan pengisian BBM ke jerigen tanpa surat izin resmi dari instansi terkait dapat dihukum dengan penjara hingga enam tahun serta denda mencapai Rp60 miliar.

Selain itu, pelanggaran ini juga bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Pengelolaan BBM dan Gas Bumi untuk Kebutuhan Nasional, serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemberian dan Penggunaan BBM Bersubsidi. Kedua peraturan tersebut secara eksplisit melarang penggunaan wadah selain kendaraan untuk pengisian BBM bersubsidi tanpa izin resmi dari pihak berwenang.

Dampak Merugikan Banyak Pihak
Pengisian BBM ke dalam jerigen tanpa izin tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan ledakan yang dapat mengancam nyawa serta harta benda masyarakat sekitar. Lebih dari itu, praktik ini juga dapat menyebabkan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pasokan bagi sektor-sektor yang berhak menerimanya. Akibatnya, harga BBM di pasar tidak resmi cenderung meningkat dan menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Sampang, menekankan bahwa sanksi yang telah ditetapkan harus ditegakkan secara konsisten dan adil. “Kami sebagai petani sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk mengoperasikan alat-alat pertanian seperti mesin traktor dan pompa air. Jika BBM tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak, maka produktivitas kita akan menurun dan ini berdampak langsung pada penghidupan keluarga,” ungkap seorang petani dari Desa Karangasem, Kecamatan Sampang.

Meminta Pengawasan yang Lebih Ketat
Masyarakat dan berbagai tokoh masyarakat mengimbau pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya dinas energi dan sumber daya mineral, serta aparat penegak hukum seperti Polres Sampang, untuk meningkatkan intensitas pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap praktik pelanggaran ini. Tujuan utama dari pengawasan yang lebih ketat adalah memastikan bahwa distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran, tidak mengalami penyalahgunaan, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi kelangsungan usaha serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut.

“Kami berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret agar praktik ini tidak berlanjut. BBM bersubsidi adalah hak bersama seluruh masyarakat yang harus dijaga agar tidak termanfaatkan secara tidak benar,” pungkas salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Banyuanyar.

Sampai saat ini, pihak dinas terkait dan kepolisian belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan pelanggaran tersebut. Namun, beberapa sumber dalam pemerintahan mengungkapkan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung untuk mengumpulkan bukti yang cukup dan menentukan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan ketentuan hukum.

 

Penulis : SALtim

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
206 Views




PENDIDIKAN
Kacabdin Sampang Keluarkan Instruksi Pengamanan Sekolah Selama Libur: Cegah Gangguan, Jaga Aset, Libatkan Masyarakat
admin Posted On Maret 17, 2026


­Sampang, ­madura.nwessurya.com  – Menjelang masa libur sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang mengeluarkan serangkaian instruksi penting kepada seluruh kepala SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta di wilayahnya. Instruksi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah selama periode ketika aktivitas belajar mengajar ditiadakan.

Dalam arahan tersebut, Kacabdin menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi perhatian utama bagi setiap sekolah. Pertama, Peningkatan Keamanan Lingkungan Sekolah. Kacabdin meminta agar seluruh area sekolah dipastikan dalam kondisi aman melalui pengecekan rutin terhadap ruang kelas, laboratorium, bengkel praktik (khususnya SMK), gudang, serta fasilitas lainnya. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kerusakan atau kehilangan aset sekolah.

Kedua, Penugasan Petugas Jaga. Kacabdin menginstruksikan agar setiap sekolah mengatur jadwal piket petugas keamanan (satpam) atau tenaga yang ditunjuk secara bergiliran selama masa liburan. Kehadiran petugas jaga diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan awal dalam mengamankan lingkungan sekolah dari potensi tindak kejahatan.

Ketiga, Pengamanan Sarana dan Prasarana Khusus SMK. Mengingat SMK memiliki peralatan praktik, mesin, serta bahan yang berpotensi rawan hilang atau berbahaya, Kacabdin meminta agar sekolah memberikan perhatian ekstra terhadap pengamanan aset-aset tersebut. Langkah ini penting untuk mencegah kerugian materiil yang dapat menghambat proses pembelajaran di kemudian hari.

Keempat, Koordinasi dengan Lingkungan Sekitar. Kacabdin menekankan pentingnya menjalin komunikasi aktif dengan aparat setempat, seperti Ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, guna mendukung pengawasan lingkungan sekolah. Sinergi dengan masyarakat sekitar diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.

Kelima, Pengendalian Akses Masuk Sekolah. Kacabdin menginstruksikan agar akses keluar masuk lingkungan sekolah dibatasi secara ketat, hanya diperuntukkan bagi kepentingan yang jelas dan dengan izin resmi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas sekolah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keenam, Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan. Kacabdin meminta agar seluruh sekolah mewaspadai potensi terjadinya pencurian, vandalisme, kebakaran, serta penyalahgunaan fasilitas sekolah selama tidak ada aktivitas belajar mengajar. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Terakhir, Kacabdin meminta agar setiap kejadian yang terjadi di sekolah segera dilaporkan kepada dirinya untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Instruksi ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh kepala sekolah demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah selama masa liburan. Kacabdin mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang diberikan oleh seluruh pihak terkait.

 

(Redaksi)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
177 Views




HUKUM
Polres Sampang dan Pemkab Jalin Kemitraan Seleksi Polri “BETAH” Demi Lahirkan Abdi Negara Berkualitas
admin Posted On Maret 17, 2026


SAMPANG, madura.newssurya.com  – Kabupaten Sampang kini mengukuhkan komitmennya terhadap proses rekrutmen anggota Polri yang adil dan profesional. Hari ini, 17 Maret 2026, sebuah momen penting terukir di Ruang Kapolres Sampang, Jalan Jamaludin No. 2, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Penerimaan Anggota Polri Terpadu TA. 2026. Perjanjian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Polres Sampang dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sampang, yang bersatu padu untuk memastikan setiap calon anggota Polri terpilih melalui seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dihadiri oleh para pejabat kunci yang memiliki andil besar dalam pembentukan generasi muda Sampang. Tampak hadir Bapak Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, yang berperan penting dalam mengawal kualitas pendidikan calon pendaftar. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, serta Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sampang. Kehadiran mereka menegaskan dukungan menyeluruh dari berbagai elemen pemerintah daerah dalam mewujudkan tujuan mulia ini.

Nota Kesepahaman ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang keseriusan Polres Sampang dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan sistem rekrutmen yang jauh dari praktik-praktik negatif. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah mekanisme pembinaan dan penjaringan calon anggota Polri yang tidak hanya efektif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Sampang dapat melahirkan generasi abdi negara yang benar-benar memiliki kapabilitas dan moralitas yang tinggi.

Poin krusial dari Nota Kesepahaman ini adalah penegasan penerapan prinsip “BETAH” – Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip ini akan menjadi panduan utama dalam setiap tahapan rekrutmen, mulai dari sosialisasi yang merata, proses pendaftaran yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, pelaksanaan tes yang objektif tanpa intervensi, hingga pendekatan yang humanis kepada setiap calon pendaftar. Tujuannya adalah agar setiap individu merasa diperlakukan secara adil dan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

Dengan implementasi prinsip “BETAH”, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin meningkat. Para pemuda-pemudi Kabupaten Sampang yang memiliki cita-cita menjadi penegak hukum akan merasa yakin bahwa jalan menuju cita-cita tersebut terbuka lebar bagi mereka yang berprestasi dan berintegritas, tanpa harus melalui jalur-jalur yang tidak semestinya. Komitmen bersama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan anggota Polri yang berkualitas, tetapi juga memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat, serta berkontribusi pada terciptanya keamanan dan ketertiban yang lebih baik di Kabupaten Sampang.

 

(Redaksi)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
189 Views




ARTIKEL
Pohon Asam Jawa di Madura: Jejak Sejarah, Ekologi, dan Ekonomi dari Masa Kolonial yang Terus Bertahan Hingga Kini
admin Posted On Maret 15, 2026


Pulau Madura, madura.newssurya.com dengan bentang alam pesisirnya yang eksotis, menyimpan lebih dari sekadar keindahan alam dan kekayaan budaya. Di antara jejak-jejak peradaban yang terukir, terdapat satu peninggalan yang paling kasat mata namun kaya makna: hamparan pohon asam Jawa yang tertanam rapi di sepanjang jalan pesisir. Tumbuhan ikonik ini bukanlah sekadar bagian dari vegetasi pantai biasa, melainkan sebuah warisan sejarah yang ditanam oleh pemerintah kolonial Belanda dengan strategi yang matang, mencakup dimensi multifaset dari kebutuhan praktis, kelestarian lingkungan, hingga motif ekonomi.

Pada masa kolonial, penanaman pohon asam Jawa di sepanjang jalan pesisir Madura merupakan sebuah kebijakan yang cermat. Pemerintah kolonial Belanda menyadari bahwa lingkungan pesisir yang panas dan terbuka membutuhkan peneduh alami. Pohon asam Jawa, dengan tajuknya yang rimbun dan dedaunannya yang lebat, dipilih sebagai solusi ideal. Pohon-pohon ini menyediakan keteduhan yang sangat dibutuhkan bagi para pelintas jalan, baik itu pedagang, pelaut, maupun masyarakat umum yang beraktivitas di area pesisir. Fungsi peneduh ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya menciptakan infrastruktur hijau yang mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, penanaman ini juga merupakan bagian dari program penghijauan yang lebih luas, yang bertujuan untuk mempercantik lanskap pesisir, meningkatkan kualitas udara, dan menciptakan lingkungan yang lebih asri di wilayah jajahannya.

Secara ekologis, pohon asam Jawa memainkan peran vital dalam menjaga integritas wilayah pesisir yang seringkali rentan terhadap degradasi lingkungan. Madura, sebagai pulau yang dikelilingi lautan, menghadapi tantangan abrasi dan erosi tanah yang signifikan. Sistem perakaran asam Jawa yang kuat dan dalam berfungsi sebagai jangkar alami yang efektif. Akar-akar ini mampu mengikat partikel tanah dengan kuat, mencegah tanah tergerus oleh kekuatan ombak laut yang ganas maupun oleh aliran air hujan yang deras. Dengan demikian, pohon asam Jawa berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas garis pantai, mencegah kerugian lahan akibat erosi, serta melindungi ekosistem pesisir yang kaya akan biodiversitas. Peran ekologis ini sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Madura.

Di luar fungsi lingkungan dan estetika, pohon asam Jawa juga merupakan aset ekonomi yang tak ternilai. Buahnya yang kaya akan vitamin dan mineral, dengan cita rasa asam yang khas, telah lama menjadi komoditas penting dalam industri kuliner Indonesia. Di Madura sendiri, dan meluas ke seluruh Jawa, buah asam Jawa menjadi bumbu wajib dalam berbagai masakan tradisional, memberikan cita rasa unik pada hidangan seperti soto, sayur asem, hingga berbagai macam sambal. Selain itu, buah ini juga diolah menjadi minuman penyegar yang populer, aneka manisan, dan bahkan menjadi bahan baku dalam industri makanan dan minuman modern. Khasiatnya dalam pengobatan tradisional pun telah dikenal luas; asam Jawa dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari meredakan batuk, melancarkan pencernaan, hingga sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Potensi ini menjadikan asam Jawa sebagai komoditas yang permintaannya terus stabil, baik untuk pasar lokal maupun industri yang lebih luas.

Jika ditinjau dari perspektif sejarah kolonial, penanaman pohon asam Jawa ini bisa dipandang sebagai strategi Belanda dalam mengelola dan memaksimalkan potensi sumber daya alam di tanah jajahannya. Dengan mengintroduksi dan memperbanyak pohon yang memiliki nilai guna ganda—fungsional, ekologis, dan ekonomis—Belanda tidak hanya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan produktif, tetapi juga memastikan pasokan bahan baku yang dapat dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi mereka. Ini mencerminkan pendekatan kolonial yang seringkali memadukan pembangunan infrastruktur dengan eksploitasi sumber daya alam demi keuntungan metropolis.

Kini, pohon-pohon asam Jawa yang menghiasi pesisir Madura berdiri tegak bukan hanya sebagai penanda geografis atau elemen lanskap semata. Mereka adalah monumen hidup yang menceritakan lapisan sejarah yang kaya—perpaduan antara visi kolonial, tanggung jawab ekologis yang mulai disadari, serta pemanfaatan sumber daya alam yang terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi serta kesehatan bagi masyarakat hingga saat ini. Keberadaan pohon-pohon ini menjadi pengingat abadi akan koneksi antara masa lalu, vitalitas alam Madura, dan warisan budaya yang terus hidup.

 

(Madoera Tempo Doeloe)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
220 Views




SOSIAL
Program Mudik Gratis Pemkab Bangkalan Layani Rute Surabaya–Bangkalan, Prioritaskan Warga Perantau untuk Momen Idulfitri
admin Posted On Maret 6, 2026


Bangkalan, madura.newssurya.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menyelenggarakan program mudik gratis dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat, terutama warga Bangkalan yang merantau di luar kota dan sekitarnya, agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan lebih mudah dan aman.

Tahun ini, layanan mudik gratis difokuskan pada rute Surabaya–Bangkalan. Pemilihan rute ini didasarkan pada lokasi strategis para perantau yang tinggal di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan sekitarnya, yang selama ini memiliki mobilitas tinggi saat musim mudik Lebaran. Melalui kerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyiapkan enam unit bus modern dan nyaman yang siap mengantar warga Bangkalan pulang ke kampung halaman tanpa dipungut biaya apapun.

Kepala Dinas Perhubungan Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses transportasi selama musim mudik merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah demi memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan tanpa beban biaya perjalanan yang memberatkan.

Selain menyiapkan armada bus, pemerintah juga membuka pendaftaran program mudik gratis mulai 7 Maret hingga 17 Maret 2026. Karena kuota peserta yang terbatas, masyarakat yang ingin mengikuti program ini diimbau untuk segera melakukan pendaftaran melalui kantor Dishub Bangkalan atau melalui tautan resmi yang disebarluaskan melalui media sosial resmi pemerintah daerah dan instansi terkait. Peserta diwajibkan melampirkan dokumen kependudukan seperti KTP Bangkalan atau surat domisili yang masih aktif, serta Kartu Keluarga (KK), terutama bagi mereka yang mendaftar bersama anggota keluarga.

Jadwal keberangkatan telah dirancang pada tanggal 17 dan 18 Maret 2026, dari Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya menuju Bangkalan. Para peserta diharapkan hadir lebih awal di lokasi keberangkatan guna mengikuti proses persiapan dan memastikan kelancaran perjalanan. Setelah tiba di Bangkalan, para pemudik akan difasilitasi hingga sampai ke kantor kecamatan sesuai dengan domisili masing-masing, yang akan membantu pengaturan proses perjalanan dengan tertib dan nyaman serta menghindari kerumunan yang tidak diinginkan.

Program mudik gratis ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi beban biaya masyarakat, terutama warga Bangkalan yang tinggal di perantauan. Melalui layanan ini, pemerintah berharap mereka bisa lebih fokus merayakan hari raya bersama keluarga tanpa harus khawatir tentang biaya transportasi yang tinggi.

Selain manfaat praktisnya, program ini juga menjadi simbol perhatian dan kepedulian Pemkab Bangkalan terhadap kebutuhan masyarakatnya. Lebih dari sekadar transportasi, inisiatif ini memperlihatkan betapa pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menyambut momen sakral seperti Idulfitri, serta memperkuat rasa kasih sayang di antara seluruh warga Bangkalan, baik yang tinggal di kampung maupun yang merantau di luar daerah. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh masyarakat, khususnya warga perantau, dapat menjalani musim mudik dan lebaran dengan penuh sukacita, aman, dan berkualitas.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
215 Views




SOSIAL
KP2TRAN Harapkan Edukasi Masyarakat Jadi Pilar Utama dalam Penegakan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Nasional
admin Posted On Maret 6, 2026


SAMPANG – madura.nwessurya.com – Kehadiran Komite Peduli Pembangunan Transparansi Nasional (KP2TRAN) yang dipimpin oleh Ketua Umum Bapak Sauri, menjadi sebuah gebrakan penting dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan transparan. Lembaga ini berperan sebagai mitra strategis masyarakat untuk memastikan pembangunan yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dengan demikian, KPI2TRAN berharap dapat mendorong perubahan mendasar dalam cara pengelolaan pemerintah nasional maupun daerah agar lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

Dalam pidatonya, Ketua Umum KP2TRAN, Bapak Sauri, menegaskan perlunya seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk kembali menegaskan komitmen terhadap pelayanan publik yang tulus dan penuh tanggung jawab. Ia menyerukan agar seluruh birokrasi penyelenggara negara melakukan transformasi paradigma dalam tata kelola pemerintahan—mengutamakan kesejahteraan rakyat sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan. Tidak hanya berhenti pada aspek administratif, ketua umum juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam membangun budaya transparansi yang melekat di setiap lini.

KP2TRAN menempatkan fokus utama pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara dan daerah. Hal ini sangat penting mengingat dana pembangunan harus bisa dilacak secara rinci, sesuai alokasi, dan manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Dengan mekanisme pengawasan yang ketat, lembaga ini berfungsi sebagai penjaga keadilan dalam distribusi manfaat pembangunan, sekaligus sebagai perisai dari kemungkinan penyimpangan yang merugikan rakyat banyak.

Tak hanya bertindak sebagai pengawas, KPI2TRAN juga berkomitmen untuk menjalin sinergi kuat dan berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan—pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang bersih, berkeadilan, dan inclusif. Dengan melakukan pendekatan ini secara terpadu, harapan besar agar pembangunan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga adil dan merata, dapat terwujud.

Lebih dari itu, KPI2TRAN menilai pentingnya peran pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya transparansi. Mereka menyadari bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat luas. Oleh karena itu, KPI2TRAN mengusulkan agar pendidikan tentang transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan formal maupun non-formal. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi agen perubahan yang mampu mengawasi dan menuntut tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN.

Dengan adanya pengetahuan dan kesadaran yang tinggi, diharapkan gerakan transparansi akan lebih menyebar, diterima, dan diinternalisasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Mereka percaya bahwa inisiatif edukasi ini akan memperkuat posisi KPI2TRAN dan mempercepat terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkeadilan di Indonesia. Sebab, tanpa peran aktif masyarakat dalam mengawasi dan menerapkan prinsip transparansi, upaya-upaya yang dilakukan oleh lembaga ini berpotensi kurang maksimal dampaknya.

Maka dari itu, diskusi tentang peran pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi sangat relevan dan mendesak. KPI2TRAN berharap, melalui strategi ini, gerakan pembangunan yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi akan semakin luas dan berkelanjutan. Sekali lagi, edukasi menjadi pilar penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan makmur.

 

(Saladin)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
264 Views




NASIONAL
Pemkab Sampang Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Dua Hari, Menghormati Kepergian Wapres RI ke-6 Try Sutrisno dan Mengajak Masyarakat Mengenang Pengabdiannya
admin Posted On Maret 2, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Pemerintah Kabupaten Sampang turut berduka cita atas meninggalnya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, sosok tokoh nasional yang dikenal sebagai bapak bangsa dan pemimpin dengan dedikasi tinggi. Sebagai tanda penghormatan atas jasa-jasa besar almarhum dalam pembangunan dan pertahanan negeri, Pemkab Sampang mengeluarkan instruksi resmi untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 2 dan 3 Maret 2026.

Instruksi ini diterbitkan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 800/7620/011/2026 Tahun 2026 tentang pengibaran bendera setengah tiang, yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Jawa Timur. Kebijakan ini menjadi wujud penghormatan resmi dari pemerintahan di tingkat daerah dalam rangka mengenang kepergian seorang tokoh besar bangsa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, menyatakan bahwa Pemkab Sampang telah menindaklanjuti SE Gubernur dengan segera menggalakkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, dan kantor-kantor pemerintahan di wilayah Kabupaten Sampang. “Pengibaran ini merupakan refleksi keprihatinan bersama serta simbol duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Try Sutrisno,” ujarnya.

Lebih jauh, Sekda mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang sejenak jasa dan pengabdian almarhum, yang telah mengharumkan nama bangsa lewat berbagai kebijakannya serta kontribusi di bidang pertahanan dan pemerintahan. “Kami mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di sisi terbaik oleh Allah SWT,” ucap Yuliadi dengan penuh haru.

Sebagai tokoh nasional sekaligus perwira tinggi TNI, Try Sutrisno dikenal luas sebagai pemimpin yang memegang teguh prinsip kebangsaan, persatuan, dan pelayanan terhadap negara. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk warga Kabupaten Sampang. Sekda berharap agar semangat kepahlawanan dan pengabdian almarhum dapat menjadi contoh dan motivasi bagi generasi muda dalam mengisi pembangunan dan kehidupan berbangsa ke depan.

Tak hanya di kalangan pemerintahan, Sekda Yuliadi juga menghimbau seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha swasta, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan swasta di wilayah Sampang, untuk turut serta mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. “Kami berharap jika di kantor-kantor dan instansi swasta terdapat tiang bendera, supaya dapat dikibarkan bendera setengah tiang juga. Bahkan, kami berharap imbauan ini dapat menjangkau pelosok-pelosok masyarakat di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sampang, sehingga menjadi tanda penghormatan menyeluruh,” pungkasnya.

Pengibaran bendera setengah tiang tersebut juga dimaknai sebagai momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Sampang untuk bersama-sama mengenang dan menghormati jasa-jasa besar Try Sutrisno. Sekaligus sebagai ajakan agar semangat persatuan, patriotisme, dan pengabdian kepada bangsa dapat terus dijaga dan ditingkatkan, demi kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Diharapkan pula, pengibaran bendera setengah tiang secara serentak dapat memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan antarwarga di tengah masa duka ini serta menjadi refleksi atas nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian sejati yang telah ditinggalkan almarhum Try Sutrisno. Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen untuk terus melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mengenang sosok inspiratif tersebut, sebagai bagian penting dalam sejarah bangsa.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
229 Views




BUDAYA
Jurnalis Surabaya Bersatu Bagikan Takjil di Tanjung Perak, Tunjukkan Semangat Solidaritas yang Menginspirasi
admin Posted On Februari 27, 2026


Surabaya, madura.newwsurya.com – Di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik yang menuntut ketepatan dan ketajaman informasi, insan pers di Surabaya memancarkan sisi lain dari profesi mereka, yaitu kepedulian sosial yang tulus. Menginjak pertengahan Ramadan, media liputanjatimbersatu.com, cekpos.id, potretrealita.com, dan gerbangnews.com berkolaborasi melakukan aksi berbagi takjil di depan Pos Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (27 Februari 2026).

Kegiatan ini jauh dari kata seremonial semata. Ini adalah bukti nyata keberlanjutan komitmen para jurnalis untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sebelumnya, mereka aktif menyalurkan Al-Qur’an ke musala dan pesantren, menunjukkan bahwa profesi mereka bukan sekedar menyampaikan berita, tapi juga mendorong nilai kemanusiaan.

Walau hujan gerimis dan cuaca mendung menyelimuti sore itu, semangat jurnalis tetap membara. Tangannya lihai membagikan kotak-kotak takjil kepada pengendara yang berada di tengah jalan—dari driver ojek online yang sedang mengejar target hingga para pekerja lapangan yang kelelahan dan warga yang terjebak macet. Senyum mereka adalah tanda keikhlasan dan kepedulian yang tulus pada sesama.

Syaiful, Pemimpin Redaksi cekpos.id dan potretrealita.com, menegaskan bahwa aksi ini ingin membongkar stigma negatif bahwa jurnalis hanya hadir pada momen konflik atau peristiwa besar saja. “Kami ingin hadir lebih dari sekadar itu, ikut peduli, dan membantu secara nyata mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Syaiful menambahkan, kegiatan ini juga merupakan perwujudan transparansi dan tanggung jawab sosial insan pers terhadap masyarakat. Ia berharap bantuan sederhana yang mereka berikan bisa menjadi dorongan semangat bagi yang masih di perjalanan saat adzan Maghrib berkumandang.

Redaktur liputanjatimbersatu.com menjelaskan bahwa aksi ini sekaligus menjadi momen mempererat solidaritas antar media dan pihak kepolisian, khususnya Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dukungan penuh dari aparat kepolisian membantu menjaga kelancaran lalu lintas dan membuat kegiatan berjalan aman, tertib, dan efektif.

Respons warga sangat positif. Senyum penerima manfaat terpancar tulus, dan ucapan terima kasih mengalir dari para pengendara. “Sangat membantu, apalagi di tengah jalan begini bingung cari makan saat buka. Terima kasih banyak buat semua yang terlibat,” kata salah satu pengendara motor dengan penuh rasa syukur.

Aksi ini memperlihatkan bahwa peran jurnalis tidak saja menulis dan melaporkan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap perbaikan sosial dan kemanusiaan. Kehadiran mereka hari itu membuktikan bahwa jurnalis juga bisa menjadi penggerak kebaikan dan penguat solidaritas sosial di masyarakat.

Diharapkan, semangat berbagi dan kepedulian ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mempererat hubungan sosial dan membangun budaya gotong royong yang kokoh di tengah masyarakat luas. Dukungan kuat dari Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menjadi bukti sinergi konstruktif yang dapat menciptakan harmoni dan manfaat bagi publik.

Semoga bulan Ramadan terus menjadi momentum berharga untuk menebar kasih, mempererat silaturahmi, dan memperkuat rasa kemanusiaan yang menyatukan kita semua.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
211 Views




HUKUM
Dana Desa Banyukapah Sampang Tahun 2025 Diaudit Inspektorat, Proyek Fisik Jadi Perhatian Utama
admin Posted On Februari 26, 2026


Sampang, madura.newssurya – Pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun ada Anggaran 2025 di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini menjadi perhatian serius. Inspektorat Daerah setempat telah resmi memulai audit menyeluruh sebagai respons atas laporan warga terkait dugaan adanya pekerjaan fisik yang dinilai tidak optimal, meskipun proyek tersebut baru saja diselesaikan.

Langkah audit ini dilakukan setelah tim Inspektorat terjun langsung ke Desa Banyukapah pada tanggal 19 Februari 2026, untuk menindaklanjuti aduan dari masyarakat. Fokus awal pemeriksaan mengarah pada proyek rabat beton yang dilaporkan mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat, memicu pertanyaan tentang kualitas dan spesifikasi pekerjaan yang dilakukan.

Inspektur Inspektorat Daerah Sampang, Ari Wibowo Sulistyo, menjelaskan bahwa proses audit masih berlangsung dan belum dapat diambil kesimpulan apakah terjadi pelanggaran atau tidak. Pihaknya menekankan komitmen untuk melakukan audit secara transparan dan profesional.

“Saat ini, kami masih melakukan tahapan klarifikasi dan koordinasi dengan perangkat desa. Kami akan meneliti semua aspek terkait pengelolaan Dana Desa ini,” ujar Ari Wibowo pada Rabu (25/2/2026).

Ari juga menegaskan bahwa audit tidak hanya akan memfokuskan pada satu kegiatan saja, melainkan seluruh penggunaan Dana Desa tahun 2025, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Namun, kegiatan pembangunan fisik akan mendapatkan perhatian khusus karena menyerap anggaran yang besar dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Pemeriksaan dimulai dari dokumen administrasi dan laporan pertanggungjawaban, kemudian dilanjutkan dengan konfirmasi ke pihak desa hingga pengecekan kondisi riil di lapangan. Kami akan pastikan semua sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Ari, jika ditemukan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi pekerjaan, Inspektorat akan memberikan rekomendasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa.

Sementara itu, warga Desa Banyukapah menyambut positif langkah pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat. Seorang warga berinisial A menilai audit ini penting untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kualitas pembangunan di desa mereka.

“Dana Desa itu uang negara, sudah seharusnya dikelola secara terbuka dan hasilnya bisa diketahui publik. Kami berharap audit ini dapat mengungkap fakta yang sebenarnya dan memastikan pembangunan di desa kami berjalan sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

Audit ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penggunaan Dana Desa di Banyukapah, sekaligus menjadi momentum untuk perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. Dengan transparansi dan akuntabilitas yang terjaga, diharapkan Dana Desa dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

#Red.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
232 Views




Peristiwa
Satgas MBG Sampang Sarankan Putus Kontrak Dapur Penyaji Menu Tidak Sesuai Juknis
admin Posted On Februari 26, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sampang masih menuai masalah, terutama terkait ketidakpatuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyusun menu sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu contoh adalah penggunaan susu berperisa Real Good yang tidak sesuai petunjuk dan hanya mengandung sekitar 10 persen susu murni, serta mengabaikan juknis penggunaan susu full cream untuk balita dan ibu menyusui.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menegaskan bahwa penerima manfaat memiliki hak menolak sajian menu yang tidak sesuai standar, bahkan berhak memutus kontrak kerja sama dengan SPPG. “Penerima manfaat harus berani memutus kontrak jika memang tidak mau lagi bermitra dengan SPPG. Saat ini, banyak dapur yang sedang mencari penerima manfaat,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan keluhan ini langsung ke Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari langkah pengawasan. “Kalau Satgas mampu melakukan pengawasan secara langsung dan terpercaya, kami bisa usul agar dapur yang terbukti melanggar aturan bisa langsung diputus kontraknya,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang penerima manfaat dari program ini mengaku kecewa terhadap penyajian menu SPPG Yayasan Generasi Emas. Penerima tersebut mengeluhkan bahwa dapur di Jalan Trunojoyo, Sampang, terlalu sering memberikan susu berperisa Real Good yang, menurut penilaian, tidak memenuhi standar gizi karena hanya sebagian kecil mengandung susu murni, sedangkan sisanya merupakan pemanis. Ia menyebut, “Ini bukan lagi makanan bergizi, seharusnya dapur ini sudah dikenai sanksi karena tidak sesuai juknis.”

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas, Umar Syaid, tidak membantah pemberian susu Real Good, tetapi ia menjelaskan bahwa pemberian tersebut hanya dilakukan pada pekan terakhir sebagai bagian dari kebutuhan mitra. “Sebelumnya kami rutin pakai susu full cream. Penggunaan Real Good ini karena dari mitra, dan kami sudah menegur mereka agar dievaluasi,” katanya.

Umar juga berjanji bahwa hal ini akan menjadi bahan evaluasi dalam penyajian menu di masa mendatang. “Memang kami akui ini keluar dari juknis, dan kami akan lakukan evaluasi agar kedepannya tidak terulang,” tuturnya.

Sayangnya, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Sampang, Ratna Nur Handayani, belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini meskipun media telah berusaha mengkonfirmasi. Akibatnya, tudingan tentang ketidaksesuaian menu dan pelanggaran juknis masih menjadi bahan perbincangan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat penerima manfaat dan para orang tua.

Pengawasan dan sanksi yang tegas diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan program ini, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar sesuai dengan standar gizi dan kebutuhan masyarakat.

 

#Red.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
157 Views




BUDAYA
MADAS SEDARAH ARAB SAUDI BANTU PEMULANGAN 4 TKW INDONESIA YANG MENGALAMI BERBAGAI PERMASALAHAN KEMANUSIAAN
admin Posted On Februari 26, 2026


Arab Saudi — Kepedulian terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Istimewa (DPCI) MADAS SEDARAH Arab Saudi yang berhasil membantu proses pemulangan empat Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang mengalami berbagai persoalan serius selama bekerja di Arab Saudi.

 

Langkah kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPCI MADAS SEDARAH Arab Saudi, Khairul Azam, bersama seluruh Tim MADAS SEDARAH yang secara aktif melakukan pendampingan mulai dari penyelesaian dokumen, pengurusan administrasi keimigrasian, koordinasi kesehatan, hingga memastikan para PMI dapat kembali ke tanah air dengan aman.

 

Adapun para Pekerja Migran Indonesia yang dibantu oleh MADAS SEDARAH antara lain:

1. Ibu Cicih, asal Bandung — mengalami sakit liver parah sehingga membutuhkan pemulangan segera untuk mendapatkan penanganan medis di Indonesia.

2. Ibu Negsih, asal Serang — menjadi korban penipuan hampir Rp50 juta oleh oknum yang mengaku adanya kewajiban pembayaran denda, padahal denda tersebut tidak pernah ada.

3. Samina, pekerja migran asal Madura — telah berulang kali berupaya pulang, namun mengalami tekanan mental akibat hilangnya dokumen identitas, sehingga proses kepulangan selalu terkendala.

4. Ibu Wati, asal Karawang — mengalami kesulitan administratif dan tidak mengetahui prosedur kepulangan sehingga membutuhkan pendampingan penuh.

 

Melalui kerja kemanusiaan MADAS SEDARAH, keempat PMI tersebut akhirnya berhasil diproses kepulangannya dan dipulangkan ke Indonesia menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia, dengan tujuan kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Program bantuan ini merupakan bagian dari instruksi dan komitmen Ketua Umum MADAS SEDARAH, Moh Taufik atau yang akrab disapa Bung Taufik, dalam memastikan organisasi hadir secara nyata membela hak-hak pekerja migran Indonesia di luar negeri.

 

Menurut Bung Taufik, Pekerja Migran Indonesia merupakan pahlawan devisa bangsa yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui hasil kerja keras mereka di luar negeri untuk keluarga serta pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Aksi ini sekaligus menunjukkan sinergitas kuat antara kepengurusan MADAS SEDARAH di luar negeri dan Dewan Pimpinan Pusat dalam memberikan perlindungan sosial, kemanusiaan, dan advokasi kepada PMI yang mengalami ketidakadilan, eksploitasi, penipuan, maupun kesulitan pemulangan.

 

MADAS SEDARAH mengajak seluruh pekerja migran Indonesia yang mengalami persoalan hukum, kekerasan, eksploitasi kerja, maupun hambatan administrasi untuk tidak takut melapor dan dapat langsung menghubungi media sosial resmi MADAS SEDARAH melalui Direct Message (DM).

 

MADAS SEDARAH menegaskan: ketika pekerja migran mengalami kesulitan dan negara belum sepenuhnya hadir, maka organisasi masyarakat harus berdiri di garis depan untuk membantu sesama anak bangsa.

 

MADAS SEDARAH — Bersama Pekerja Migran Indonesia, Membela Kemanusiaan dan Keadilan.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
192 Views




BUDAYA
MADAS SEDARAH DPCI ARAB SAUDI BANTU PEMULANGAN PMI TERLANTAR SETELAH 19 TAHUN BEKERJA
admin Posted On Februari 26, 2026


Arab Saudi — Kepedulian terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Istimewa (DPCI) MADAS SEDARAH Arab Saudi yang berhasil membantu pemulangan sejumlah PMI yang mengalami kesulitan kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri.

Salah satu PMI yang dibantu diketahui telah bekerja selama 19 tahun di Arab Saudi, namun tidak dapat pulang ke tanah air akibat kondisi sakit serta permasalahan administrasi yang tidak mampu diselesaikan sendiri. Selain itu, terdapat pula beberapa PMI lainnya yang menjadi korban penipuan dan terlantar tanpa pendampingan.

Melalui kepemimpinan Ketua DPCI MADAS SEDARAH Arab Saudi, Khairul Azam, bersama seluruh Tim MADAS SEDARAH, sebanyak empat orang PMI berhasil didampingi secara menyeluruh, mulai dari pengurusan dokumen, penyelesaian administrasi keimigrasian, hingga proses kepulangan ke Indonesia.

Para PMI tersebut akhirnya dipulangkan menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia dan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setibanya di Indonesia, para PMI disambut langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat MADAS SEDARAH, Sanjaya, atas arahan Ketua Umum MADAS SEDARAH, Bung Taufik.

Langkah ini menunjukkan sinergitas kuat antara pengurus MADAS SEDARAH di luar negeri dan pengurus pusat dalam memberikan perlindungan nyata kepada warga negara Indonesia, khususnya para pekerja migran yang menghadapi persoalan hukum, kesehatan, maupun eksploitasi kerja.

MADAS SEDARAH menegaskan bahwa Pekerja Migran Indonesia merupakan pahlawan devisa, yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui hasil kerja keras mereka di luar negeri demi keluarga dan masa depan anak-anaknya di tanah air.

Apabila terdapat PMI yang mengalami ketidakadilan, eksploitasi, penipuan, maupun kesulitan untuk kembali ke Indonesia, masyarakat dapat langsung menghubungi media sosial resmi MADAS SEDARAH melalui Direct Message (DM).

MADAS SEDARAH berkomitmen untuk terus hadir membela dan mendampingi pekerja migran Indonesia di manapun berada.

“Pekerja Migran Indonesia adalah pahlawan devisa. Ketika negara belum sepenuhnya hadir, MADAS SEDARAH hadir untuk rakyat.”

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
201 Views




EKONOMI
Sengketa Pengelolaan Hantui Wisata Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan, Ikon Daerah Kian Terlantar dan Memburuk
admin Posted On Februari 25, 2026


Pamekasan, madura.newssurya.com – Destinasi wisata terkenal di Pamekasan, yakni Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, saat ini menghadapi situasi memprihatinkan. Keadaan kawasan yang selama ini menjadi ikon daerah ini semakin menurun kualitasnya akibat konflik sengketa pengelolaan antara pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat. Akibatnya, area wisata yang sempat menjadi daya tarik utama Kabupaten Pamekasan ini terlihat sangat tidak terurus dan mulai mengalami kerusakan parah.

Sejak awal ketidaksepakatan muncul, kondisi fasilitas-fasilitas di kawasan wisata tersebut mulai mengalami kerusakan. Pagar besi yang mengelilingi kolam api abadi tampak berkarat dan sebagian besar sudah terlepas, mengurangi estetika sekaligus menimbulkan risiko keamanan. Selain itu, sejumlah stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dulu berkembang di sekitar lokasi kini tampak mulai rusak dan tidak terpakai. Keadaan ini mencerminkan minimnya pengelolaan yang berkelanjutan dan terorganisir, sehingga kawasan wisata ini menjadi semakin amburadul dan tidak lagi menarik minat pengunjung.

“Dulu wisata ini ramai dan sering dikunjungi banyak orang. Sekarang, pengunjung semakin berkurang,” ujar Nasir, salah satu perangkat Desa Larangan Tokol pada Rabu (25/02/2026). Ia mengungkapkan bahwa kondisi itu sangat memprihatinkan, mengingat kawasan ini merupakan salah satu warisan budaya sekaligus potensi besar wisata daerah yang seharusnya bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Menurut Nasir, akar permasalahan bermula dari tidak adanya kesepakatan antara pihak pengelola lahan dan pemerintah kabupaten dalam mengelola kawasan wisata ini secara bersama. Sebelum adanya konflik, kawasan ini dikelola oleh pemerintah desa bekerja sama dengan Dispora dan para pengusaha lokal melalui sistem tiket masuk dan pengelolaan fasilitas umum lainnya. Namun, setelah muncul keinginan sejumlah warga setempat untuk mengelola sendiri objek wisata ini tanpa melibatkan pihak pemerintah, berbagai persoalan mulai bermunculan.

“Dulu, kami bersama pemerintah dan Dispora menerapkan sistem pengelolaan, termasuk pembayaran tiket masuk. Tapi kemudian muncul pihak yang membuat tempat parkir sendiri, dan akhirnya mereka jadikan parkiran bebas. Hal itu menimbulkan ketidakteraturan dan bahkan mempercepat kerusakan fasilitas,” tambah Nasir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Moh. Zahrie, mengungkapkan bahwa upaya pemerintah kabupaten untuk menyelesaikan sengketa ini sudah dilakukan melalui berbagai mediasi dan tawaran kerja sama. “Kami dari pihak pemerintah sudah mengupayakan solusi agar pengelolaan bersama bisa berjalan. Tapi belum ada titik temu karena pihak pemilik lahan tetap berkeinginan mengelola sendiri hasil yang didapat,” ucap Zahrie. Ia menambahkan bahwa permasalahan utama berkisar pada isu pembagian hasil keuntungan dari kawasan wisata.

Kendala utama dalam penyelesaian konflik tampaknya terletak pada keinginan para pemilik lahan yang ingin seluruh hasil finansial dikelola sendiri tanpa berbagi dengan pemerintah. Mereka beralasan bahwa selama ini pemasukan adalah hak sepenuhnya mereka, sehingga mereka kurang tertarik melakukan kerja sama yang berbagi hasil.

“Kurangnya keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah karena harus berbagi hasil, menjadi faktor utama yang mempersulit penyelesaian,” jelas Zahrie. Ia pun mengingatkan bahwa tanpa adanya solusi yang adil dan win-win, kondisi kawasan wisata ini akan semakin memburuk dan potensinya akan hilang.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa kawasan wisata Api Tak Kunjung Padam semakin tidak terurus; fasilitas yang rusak dan tidak adanya pengelolaan yang memadai mengancam keberlanjutan ekowisata tersebut. Para pengelola dan masyarakat berharap pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait dapat segera mengambil langkah mediasi yang lebih serius, mempertemukan kepentingan semua pihak dan menyusun solusi yang saling menguntungkan.

“Mari kita jadikan ini sebagai perhatian serius dan momentum untuk menyelamatkan ikon wisata kita. Jika tidak, yang akan dirugikan adalah daerah dan masyarakat yang bergantung pada potensi wisata ini,” pungkas Zahrie.

Demi kelestarian dan keberlanjutan destinasi bersejarah ini, segala pihak diharapkan mampu bekerja sama secara Adil dan berintegritas untuk mengembalikan kejayaan Api Kunjung Padam sebagai destinasi unggulan yang mampu mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara, serta menjadi kebanggaan masyarakat Pamekasan dan Jawa Timur pada umumnya.

 

(K.M.)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
181 Views




Peristiwa
Pemudi Yatim Piatu Korban Kecelakaan Tunggal di Sampang Ulurkan Harapan Bantuan, Ibu Salimah Jadi Penjaga Asa
admin Posted On Februari 25, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Rohmania Rizki Safari, seorang pemudi yatim piatu asal Ngawi, Jawa Timur, mengalami musibah kecelakaan tunggal di jalan raya Tamburu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang pada Jumat (23/2/2026). Kecelakaan tersebut mengakibatkan luka serius yang memerlukan operasi pada bagian kaki kirinya. Kondisi ini menarik perhatian banyak pihak karena latar belakang Rohmania yang sebatang kara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rohmania bekerja di Tamberu Barat dan tidak memiliki keluarga yang mampu menanggung biaya pengobatannya. Kedua orang tuanya meninggal dunia di Malaysia ketika ia masih kecil. Saat ini, ia berstatus sebagai anak angkat di Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, namun kedua orang tua angkatnya juga telah tiada. Di tengah keterbatasan ini, Ibu Salimah dari Dusun Gua Barat, Desa Sokobanah Daya, dengan tulus hati merawat dan mendampingi Rohmania selama masa pemulihan.

Upaya untuk mendapatkan pertolongan segera dilakukan. Rohmania mengajukan klaim asuransi kecelakaan tunggal ke Polsek Kota Sampang. Dana dari asuransi tersebut digunakan untuk biaya operasi dan perawatan di Puskesmas Tamberu Barat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Zaini Sampang. Berkat penanganan cepat dan dukungan asuransi dari Jasa Raharja, kondisi Rohmania kini berangsur membaik.

Seorang pengamat sosial yang dimintai komentarnya mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa Rohmania. Ia berharap agar pemerintah dan pihak swasta dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan beban Rohmania serta Ibu Salimah yang telah berbesar hati merawatnya. “Anak muda seperti Rohmania membutuhkan perlindungan sosial, pendidikan, dan peluang yang layak agar dapat meraih masa depan yang lebih baik. Begitu pula Ibu Salimah, patut mendapatkan apresiasi dan dukungan atas ketulusannya,” ujarnya.

Bapak Syafi’i Syaifullah, tokoh masyarakat sekaligus pendiri Ormas Madas DPAC Sokobanah, turut prihatin dan aktif mengurus pembiayaan pengobatan Rohmania. Ia berharap agar Rohmania mendapatkan bantuan sosial dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan potensi diri. “Kita sebagai masyarakat harus saling peduli dan membantu sesama yang membutuhkan,” tegasnya.

Kisah Rohmania ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya solidaritas sosial, terutama di tengah keterbatasan yang dialami oleh sebagian masyarakat. Semoga Rohmania Rizki Safari segera pulih dan mampu meraih masa depan yang cerah serta penuh harapan. Apresiasi setinggi-tingginya juga patut diberikan kepada Ibu Salimah yang telah menjadi “malaikat penolong” di saat Rohmania membutuhkan uluran tangan.

 

(Syafi’i Syaifullah)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
279 Views




Peristiwa
Kebakaran Landa Rusun Sombo Surabaya, Enam Kamar Terdampak, Diduga Akibat Korsleting Listrik
admin Posted On Februari 25, 2026


‎‎Surabaya, madura.newssurya.com  – Kebakaran melanda Rumah Susun (Rusun) Sombo di Jalan Sombo, Simolawang, Simokerto, Surabaya pada Rabu (25/2) sekitar pukul 15.52 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap empat kamar yang berada di lantai 3 Blok H rusun tersebut. Akibatnya, para penghuni rusun panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Selain melalap empat kamar di lantai 3, api juga merembet ke dua kamar yang berada di lantai 4, sehingga total enam kamar terdampak akibat kebakaran ini.

“Api pertama kali terlihat di salah satu unit lantai 3 Blok H. Warga langsung berteriak dan keluar semua,” ujar Bambang, salah seorang warga penghuni rusun yang menjadi saksi mata kejadian.

Menurut Bambang, evakuasi awal dilakukan secara mandiri oleh para penghuni rusun. Tak lama kemudian, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Kabid Pemadaman DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 11 Unit Tempur dan 6 Unit Rescue untuk memadamkan api. Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.29 WIB, dan petugas melanjutkan pembasahan hingga seluruh area dinyatakan kondusif pada pukul 17.34 WIB.

“Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar yang berada di lantai 3. Api kemudian dengan cepat merambat ke kamar-kamar yang lain,” terang M. Rokhim.

Adapun luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 3 x 7 meter persegi per kamar. Empat kamar yang terbakar di lantai 3 masing-masing dihuni oleh Mat Disuk, Saleh, Surohmah, dan Mudofar. Sementara dua kamar di lantai 4 yang terimbas adalah kamar milik Suminto dan Taufik.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seorang warga mengalami syok dan harus mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian. “Korban yang mengalami syok sudah ditangani oleh tim medis dengan diberikan oksigen di lokasi,” pungkas M. Rokhim.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini. Sementara itu, para korban kebakaran diungsikan ke tempat penampungan sementara yang telah disediakan oleh pihak Pemkot Surabaya.

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
305 Views




EKONOMI
Jaga Kantong Masyarakat di Bulan Ramadan, Pemkab Sampang Perketat Pengawasan HET Bahan Pangan
admin Posted On Februari 24, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan selama bulan suci Ramadan agar tidak membebani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang secara tegas mengimbau seluruh pedagang untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil sebagai respons atas adanya indikasi kenaikan harga pada beberapa komoditas di pasar tradisional.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Sampang, Imam Sufriady, menekankan bahwa kepatuhan terhadap HET merupakan kewajiban bagi seluruh pedagang. “Kami mengimbau dengan sangat agar para pedagang tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Patuhi HET yang sudah ditetapkan agar masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya dengan nada serius, Selasa (24/2/2026).

Untuk memastikan imbauan ini dipatuhi, Diskopindag Sampang secara intensif melakukan pemantauan harga di seluruh pasar tradisional yang ada di wilayahnya. Tim pemantau harga diterjunkan setiap hari untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok bahan pangan.

“Kami tidak hanya duduk di kantor. Tim kami turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan stok bahan pangan. Jika ditemukan ada pedagang yang melanggar HET, kami akan berikan teguran keras,” tegas Imam.

Selain melakukan pemantauan harga, Diskopindag juga berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan langkah-langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Koordinasi ini dilakukan secara rutin dan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti kepolisian dan Satpol PP.

“Kami bersama TPID dan aparat kepolisian siap melakukan tindakan tegas jika ada indikasi penimbunan barang atau praktik-praktik curang lainnya yang dapat memicu kenaikan harga,” jelas Imam.

Meskipun harga cabai rawit dan daging ayam mengalami kenaikan, Imam menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan pihaknya terus berupaya untuk menstabilkan harga tersebut. “Kami memahami bahwa ada beberapa komoditas yang harganya naik karena faktor cuaca dan permintaan yang meningkat. Namun, kami akan terus berupaya untuk menekan harga tersebut agar tidak terlalu membebani masyarakat,” ujarnya.

Imam juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi harga bahan pangan di pasar. Jika menemukan ada pedagang yang menjual barang di atas HET, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak Diskopindag atau aparat kepolisian. “Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menciptakan pasar yang adil dan melindungi konsumen,” imbuhnya.

Selain itu, Diskopindag Sampang juga berencana menggelar pasar murah di beberapa lokasi strategis untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Pasar murah ini akan menyediakan berbagai macam bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan lain-lain dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

“Kami akan bekerja sama dengan Bulog dan distributor bahan pangan untuk menggelar pasar murah di beberapa lokasi. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan selama Ramadan,” jelas Imam.

 

Dengan berbagai upaya yang dilakukan ini, Pemkab Sampang berharap dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan selama Ramadan dan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
160 Views




TNI&POLRI
Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalan Raya Jrengik Sampang dalam Sorotan Akibat Rawan Kecelakaan
admin Posted On Februari 23, 2026


Sampang, madura.newssurya.com – Menjelang datangnya musim mudik Lebaran 2026, kondisi jalan raya di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pasalnya, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu jalur dengan jumlah black spot atau titik rawan kecelakaan terbanyak di Kabupaten Sampang. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tinggi, terutama saat arus mudik Lebaran tiba.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang bergerak cepat melakukan langkah mitigasi lebih awal. Mereka melakukan penyisiran langsung terhadap jalur nasional yang melintasi Kecamatan Jrengik untuk memetakan titik-titik rawan kecelakaan sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan jalan yang dapat membahayakan para pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Sampang, Khotibul Umam, menjelaskan bahwa hasil pemantauan sementara menunjukkan beberapa segmen jalan di Jrengik memang membutuhkan perhatian ekstra, baik dari aspek keselamatan maupun kelancaran arus kendaraan.

“Jrengik menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi black spot paling banyak. Karena itu, kami tingkatkan pemantauan agar potensi kecelakaan bisa ditekan,” ujar Khotibul Umam.

Menurut Umam, hasil identifikasi kondisi jalan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Langkah-langkah tersebut meliputi pengaturan lalu lintas yang lebih efektif, pemasangan rambu-rambu peringatan yang lebih jelas, serta koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait seperti kepolisian dan dinas pekerjaan umum.

Dishub Sampang berharap, dengan upaya-upaya yang dilakukan ini, risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Jrengik dapat diminimalkan, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam selama musim mudik Lebaran. Mereka berharap agar para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Sampang, khususnya di Kecamatan Jrengik, dapat merasa lebih aman, nyaman, dan terlindungi.

“Fokus kami bagaimana jalur di Jrengik bisa lebih aman dilalui, sehingga pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Sampang merasa lebih nyaman dan terlindungi,” pungkas Khotibul Umam.

Selain upaya dari Dishub Sampang, diharapkan kesadaran dan kehati-hatian dari para pengguna jalan juga dapat ditingkatkan. Para pemudik diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mereka juga disarankan untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat, memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, serta tetap sabar dan berhati-hati saat berkendara di jalan.

Selain itu, pihak Kepolisian dan Instansi terkait lainnya juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur rawan untuk memastikan arus lalu lintas berjalan lancar dan aman. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik bisa merasa lebih tenang dan selamat sampai tujuan.

Kepada para pemudik, kesehatan dan keselamatan selama perjalanan sangat penting. Pastikan waktu tempuh tidak dipaksakan, istirahat cukup, dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Apabila terjadi kondisi darurat, segera hubungi petugas patroli atau pos terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Semoga upaya bersama ini mampu meminimalisir potensi kecelakaan dan memastikan kenyamanan selama arus mudik Lebaran 2026. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban di jalan demi kelancaran dan keberhasilan mudik yang aman, selamat, dan berkah.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
163 Views




HUKUM
Kasus Investasi Bodong di Sampang Memanas: Terlapor Utama Minta Maaf dan Lindungi Adiknya, Kuasa Hukum Korban Siap Bongkar Fakta
admin Posted On Februari 23, 2026


Sampang, Madura.newssurya.com – Kasus dugaan investasi bodong yang menggemparkan Kabupaten Sampang terus bergulir dan semakin memanas. R, yang menjadi terlapor utama dalam kasus ini, akhirnya buka suara setelah sekian lama bungkam. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada awak media, R menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh korban atas kerugian yang telah mereka alami. Namun, di sisi lain, R juga berupaya untuk melindungi adiknya berinisial Q, yang turut terseret dalam pusaran kasus investasi bodong ini.

Dengan nada penuh penyesalan, R mengakui bahwa seluruh uang yang diinvestasikan oleh para korban telah ia gunakan untuk kepentingan pribadinya. Ia dengan tegas membantah bahwa adiknya, Q, memiliki andil atau terlibat dalam praktik investasi bodong yang dilakukannya.

“Uangnya semua saya yang makek. Tidak ada sepeser pun yang dipakai adik saya (terlapor Q),” ucap R dengan nada meyakinkan.

R bahkan memohon agar nama adiknya tidak lagi dikaitkan dengan kasus yang tengah menjeratnya. Ia menyatakan bahwa adiknya sama sekali tidak mengetahui atau terlibat dalam skema investasi bodong yang ia jalankan.

“Saya berharap berhenti bawa adik saya dalam kasus ini. Adik saya tidak pernah terlibat,” tegasnya sekali lagi.

R mengungkapkan bahwa ia mencatut nama adiknya yang memiliki bisnis skincare dengan nama RMC Nezma, untuk meyakinkan para korban agar bersedia memberikan pinjaman atau investasi. Ia mengaku bahwa reputasi baik adiknya sebagai seorang pengusaha menjadi daya tarik tersendiri bagi para korban.

“Saya mencatut nama adik saya, agar sama orang diberi pinjam uang (investasi). Sebab, usaha adik saya sudah jelas. Saya juga masih punya utang sebesar Rp 2,114 miliar kepada adik saya, lain mobil,” beber R.

Pengakuan R ini tentu saja menjadi sorotan utama dalam perkembangan kasus investasi bodong di Sampang. Namun, bantahan R terkait keterlibatan adiknya tidak serta merta membuat kasus ini menjadi lebih sederhana.

Muhammad Sholeh, selaku penasihat hukum para korban, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tetap akan berupaya untuk membuktikan keterlibatan Q dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa laporan yang dilayangkan ke Polres Sampang didasarkan pada keterangan yang diberikan oleh para korban, yang menyebutkan adanya komunikasi dan transaksi yang melibatkan Q dalam skema investasi bodong tersebut.

“Pengakuan para korban ada chat melalui WhatsApp bahwa R pinjam pada korban untuk kepentingan bisnis skincare adiknya (terlapor Q), owner RMC Nezma,” ungkap Sholeh.

Sholeh juga mengungkapkan bahwa Q pernah menantang para korban untuk melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum (APH) saat para korban bertemu dengannya. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Q memiliki peran penting dalam kasus investasi bodong ini.

“Dengan begitu, semakin menguatkan ada dugaan keterlibatan Q,” tegas Sholeh.

Cak Sholeh, sapaan akrab Muhammad Sholeh, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa seluruh pelaku yang terlibat akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia berharap agar Polres Sampang segera melakukan pemanggilan terhadap para korban dan saksi-saksi terkait untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dan mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya.

“Korbannya ini lebih dari 100 orang dan kasus ini viral. Diharapkan bisa segera ditindaklanjuti oleh Polres Sampang,” tegas Cak Sholeh.

Kasus investasi bodong di Sampang ini telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Para korban berharap agar aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus investasi bodong ini. Namun, diharapkan agar dalam waktu dekat, Polres Sampang dapat memberikan informasi yang lebih detail mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan dalam mengungkap kasus ini. Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

 

#Redaksi

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
  • Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
  • Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Continue Reading
0
225 Views




1
Older Posts


  • ARTIKEL
  • BISNIS
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • HUKUM
  • OPINI
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • BUDAYA
  • TNI&POLRI
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • NASIONAL
  • SOSIAL
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA CIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
Copyright © 2026 madura.newssurya. All right reserved
Press enter/return to begin your search

Memuat Komentar...

    %d