Halal Bihalal Madas Sedarah, Serumpun, dan Nusantara Meriah Digelar, Tujuan Satukan Pergerakan Ormas di Madura
BANGKALAN, madura.newssurya.com – Acara halal bihalal yang diikuti oleh tiga organisasi masyarakat besar di Pulau Madura, yaitu Madas Sedarah, Madas Serumpun, dan Madas Nusantara, berlangsung sangat meriah di Gedung Serbaguna Ratu Ibu Bangkalan pada hari Rabu (01/04/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta mulai dari pengurus pusat, pengurus cabang, hingga anggota biasa dari ketiga ormas tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat kekeluargaan.
Seluruh undangan datang dari berbagai daerah di Pulau Madura, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep, hadir dengan penuh antusiasme. Suasana hangat terasa sejak awal acara dengan saling bersalaman dan memaafkan satu sama lain, menjadi bukti bahwa tali silaturahmi antaranggota masih sangat erat meskipun ada kesibukan masing-masing sehari-hari.
Dalam sesi pembicaraan yang penuh makna, sejumlah tokoh ormas sejarah dan pengurus Madas Nusantara menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal tahunan ini memiliki tujuan utama yang sangat strategis, yaitu untuk menyatukan seluruh pergerakan ormas yang ada di Pulau Madura. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggapan terhadap berbagai isu yang beredar di masyarakat belakangan ini, yang menimbulkan kekhawatiran terkait kemungkinan terjadinya perpecahan di antara elemen Madas.
“Kita sadar bahwa belakangan ini ada beberapa informasi yang tidak benar yang menyebarkan kebingungan dan kekhawatiran di tengah masyarakat, bahkan menyatakan bahwa Madas mengalami perpecahan. Kegiatan halal bihalal ini menjadi bukti nyata bahwa kita tetap satu keluarga besar yang tidak terpisahkan,” ujar salah satu tokoh ormas sejarah dalam sambutannya.
Ketua Umum Madas Sedarah, Taufik, dalam sambutannya yang penuh semangat menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara berbagai ormas untuk terus mengawal perkembangan daerah dan mendukung kedatangan investor ke Pulau Madura. Menurutnya, kesatuan antarormas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
“Kita harus bersinergi dan tetap kompak dalam mengawal perkembangan daerah. Pulau Madura saat ini sedang dalam masa transisi dengan berbagai potensi yang mulai tergarap, baik dari sektor pariwisata, pertanian, maupun industri. Melalui acara halal bihalal ini, kita berharap seluruh elemen Madas Sedarah, Nusantara, dan Serumpun dapat bersatu padu untuk menciptakan masyarakat Madura yang harmonis dan sejahtera,” jelas Taufik.
Ia juga menambahkan bahwa setiap elemen dalam ormas tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas dan peran masing-masing dengan baik, menjadikan momen kebersamaan ini sebagai dasar yang kokoh bagi kemajuan bersama di masa depan. Selain itu, pembahasan yang dilakukan dalam acara ini juga menyentuh berbagai aspek penting terkait kemajuan teknologi dan industri yang mulai masuk ke Pulau Madura, dengan harapan dapat memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kita tidak hanya fokus pada kesatuan semata, tetapi juga bagaimana kesatuan tersebut dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat. Kemajuan teknologi dan industri yang datang harus memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Madura, terutama bagi kaum muda dan petani yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.
Acara ini juga diisi dengan sesi diskusi terbuka di mana para peserta dapat menyampaikan aspirasi dan ide-ide konstruktif untuk kemajuan bersama. Beberapa usulan yang muncul antara lain tentang pembentukan forum komunikasi antarormas secara berkala, pengembangan program kemasyarakatan bersama, serta upaya untuk lebih aktif dalam mendukung program pemerintah daerah.
Dengan terlaksananya acara halal bihalal yang meriah ini, diharapkan seluruh ormas di Madura dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan sinergi. Kesatuan yang terjalin diharapkan mampu membuat mereka berkontribusi secara optimal dalam membangun daerah yang lebih baik serta menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat Madura di tengah dinamika perkembangan zaman.
Editor : Sonhaji
Narasumber : Bung Taufik

