Di Camplong, Tali Persaudaraan Diperkokoh: Arisan Rutinan MADAS Se-Kabupaten Sampang Menjadi Bukti Nyata Kekuatan Kebersamaan
SAMPANG, MADURA — Sabtu, 3 Oktober 2026
Udara pagi menjelang siang di Kecamatan Camplong terasa sejuk dan menyejukkan hati. Namun yang jauh lebih menyejukkan adalah pemandangan yang terhampar di kediaman Ketua DPAC Camplong, H. Abu Tolib, di Jalan Rabesan: puluhan warga berkumpul, saling bersalaman, menyapa, dan duduk berdampingan tanpa sekat — bukti nyata bahwa persaudaraan masih menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan di bumi Madura.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, keluarga besar DPC dan DPAC MADAS Serumpun Se-Kabupaten Sampang berkumpul dalam kegiatan arisan rutinan yang bukan sekadar urusan pertukaran bantuan, melainkan momen sakral merawat ukhuwah antar-sesama anak bangsa, khususnya warga Madura yang mencintai tanah kelahirannya.
Hadir Menyatu dalam Satu Niat
Kehadiran para pimpinan dan seluruh anggota menandakan bahwa tak ada jarak yang dapat memisahkan semangat kebersamaan. Di antara mereka yang hadir memimpin dan menyatu dalam barisan:
- Umar Faruq — Ketua DPA MADAS Serumpun Kabupaten Sampang
- Aba Duro — Panglima DPD MADAS Serumpun Jawa Timur
- Para pimpinan, jajaran pengurus, serta seluruh anggota DPC dan DPAC dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Sampang
Kehadiran Panglima DPD Jawa Timur, Aba Duro, menjadi bukti bahwa perhatian dan dukungan dari tingkat provinsi senantiasa mengalir turun ke lapangan — menguatkan bahwa MADAS Serumpun adalah satu kesatuan yang utuh, dari desa hingga provinsi, dari tepi pantai hingga ke pedalaman.
Sementara itu, Ketua DPA MADAS Serumpun Sampang, Umar Faruq, hadir bersama jajaran pengurus menunjukkan keteladanan: pimpinan turun, hadir, dan duduk bersama warga — bukan untuk dipuja, melainkan untuk mendengar, melayani, dan mempererat ikatan.
Arisan Rutinan: Lebih dari Sekadar Kumpul
Bagi banyak orang, arisan mungkin hanya kegiatan bergilir menyisihkan bantuan. Namun bagi MADAS Serumpun, kegiatan ini adalah jantung persaudaraan. Di sinilah:
- Anggota saling mengenal wajah dan nama, bukan sekadar nomor daftar;
- Yang sedang susah didoakan, yang sedang gembira dibahagiakan;
- Silaturahmi yang renggang dirapatkan kembali;
- Rencana dan harapan untuk kemajuan organisasi serta masyarakat dibicarakan dengan tulus dan terbuka.
Setiap pertemuan rutinan ini menjadi pengingat: organisasi bukan tentang bangunan mewah atau kedudukan tinggi, melainkan tentang orang-orang yang saling peduli dan berdiri bersama saat sulit maupun mudah.
“Bersama Kita Kuat.”
Bukan sekadar semboyan yang dicetak di kertas. Ia adalah janji yang diucapkan lewat kehadiran, lewat senyuman, lewat bantuan yang disalurkan, dan lewat kesediaan untuk mendengar sesama.
Ungkapan Tulus dari Tuan Rumah
Di penghujung acara, suasana menjadi semakin haru ketika tuan rumah, H. Abu Tolib, berdiri menyampaikan perasaannya dengan tulus:
“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Kehadiran Anda semua pagi ini bukan sekadar memenuhi undangan — melainkan kehormatan sekaligus keberkahan yang Allah titipkan kepada rumah sederhana ini. Saya sungguh-sungguh bersyukur melihat kekompakan dan kebersamaan yang terpancar dari wajah-wajah Anda.
Di saat yang sama, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Apabila dalam penyambutan, tempat duduk, hidangan, maupun segala hal yang saya persiapkan masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan, atau ada hal yang kurang berkenan di hati Bapak-Ibu sekalian — saya mohon dimaafkan dengan lapang dada. Yang saya miliki hanyalah ketulusan, dan itulah yang saya persembahkan hari ini.”
Ucapan sederhana namun menyentuh itu disambut tepuk tangan hangat — tanda bahwa ketulusan jauh lebih berharga daripada kemewahan.
Penuh Harapan ke Depan
Pertemuan di Camplong ini menjadi satu titik dalam perjalanan panjang MADAS Serumpun. Bukan yang pertama, dan tentu bukan yang terakhir. Selama tali persaudaraan tetap dijaga, selama tangan masih saling terulur untuk membantu, dan selama niat tulus melayani masyarakat tetap dipegang teguh — MADAS Serumpun akan terus tumbuh, kokoh, dan bermanfaat.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan atas setiap langkah kehadiran, setiap senyuman yang tersampaikan, serta setiap niat tulus untuk menjaga persatuan. Semoga silaturahmi ini tak pernah putus, dan kebersamaan ini menjadi cahaya yang menerangi jalan bagi banyak orang di tanah Madura tercinta.
Penulis: AGUS MANDIE
Laporan Lapangan — Camplong, Sampang, Madura
