Laeran Daleman Bangkit: Tanpa Menunggu, Warga Sendiri Bentuk Jalan Menuju Masa Depan
SAMPANG, KEDUNGDUNG — Sabtu, 3 Oktober 2026
“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?” — itulah semangat yang menggerakkan warga Dusun Laeran, Desa Daleman, pagi ini. Saat banyak tempat masih menunggu janji, warga di sini sudah memegang cangkul dan sekop. Mereka membangun jalan secara swadaya: dari tenaga sendiri, dari rezeki yang disisihkan, dari kebersamaan yang tak bisa dibeli dengan uang.
Semua Turun, Semua Berbagi
Tak ada sekat di antara mereka. Pemuda mengangkat batu, bapak-bapak mengaduk semen dan meratakan permukaan, sesepuh memberi arahan, ibu-ibu menyiapkan hidangan sederhana namun penuh kehangatan. Setiap orang memberi apa yang ia miliki — tenaga, harta, atau doa. Inilah wajah gotong royong yang asli: bukan pesta seremonial, melainkan keringat yang menetes demi kemaslahatan sesama.
“Kami tak menunggu bantuan dari mana-mana. Kami mulai dari diri sendiri. Kalau rezeki sedikit, sedikitlah yang kami beri. Tapi semoga setiap keping yang kami sisihkan menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga ke anak cucu.”
Jalan yang Membawa Kemaslahatan
Jalan yang sedang dibentangkan ini akan menjadi urat nadi kehidupan: anak-anak melangkah ke sekolah dengan aman, petani membawa hasil ke pasar dengan ringan, tetangga saling berkunjung tanpa terhalang lumpur atau debu. Manfaatnya tak akan berhenti hari ini — ia akan dirasakan tahun-tahun mendatang. Itulah keindahan sedekah jariyah: pemberi boleh pergi, namun kebaikannya tetap memberi manfaat.
Mari Sertakan Nama di Jalan Ini
Pekerjaan masih berjalan, kebutuhan masih ada. Panitia pembangunan membuka tangan lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin ikut menabur kebaikan:
- 🧱 Sumbangkan material semen, pasir, maupun batu
- 💵 Donasikan dana untuk kelanjutan pembangunan
- 🤲 Doakan agar pekerjaan ini lancar dan berkah
Hubungi langsung panitia swadaya — Dusun Laeran, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura. Setiap bantuan akan dicatat, dihargai, dan menjadi bagian dari sejarah jalan ini.
“Jalan ini tak hanya tanah yang dipadatkan. Ia adalah doa yang disusun bersama, dan amal yang akan menerangi langkah banyak orang.”
Penulis: AGUS MANDIE

