Gunung Berapi Tertinggi di Jawa Kembali Mengamuk, Warga Diminta Tetap Siaga
LUMAJANG, 30 September 2026 — Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, kembali meletus secara berturut-turut sebanyak 6 kali sejak Senin hingga Selasa (29/9). Erupsi membawa abu vulkanik yang menyelimuti kawasan Lumajang hingga Malang, memicu kekhawatiran warga dan menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak.
Detik-Detik Erupsi
Letusan pertama tercatat pada Senin pagi, pukul 07.15 WIB, menyemburkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak kawah Jonggring Seloko. Kurang lebih 26 menit kemudian, pukul 07.41 WIB, letusan lebih besar terjadi — abu memancar hingga 1.000 meter ke angkasa. Empat letusan susulan menyusul sepanjang hari, mengirimkan gumpalan abu kelabu yang melayang tertiup angin ke arah barat dan barat laut.
Abu halus turun perlahan, menyelimuti permukaan tanah, dedaunan, atap rumah, hingga kendaraan di kawasan Lumajang, Pasuruan, dan sebagian wilayah Malang. Jarak jatuhnya abu terjauh mencapai lebih dari 30 kilometer dari puncak gunung.
Warga Menghadapi Hujan Abu
Sejak Senin sore, warga di desa-desa lereng Semeru mulai membersihkan abu yang menumpuk. Aktivitas di ladang dan kebun sempat terhenti; anak-anak tidak berangkat sekolah, dan warga menutup pintu-jendela rapat-rapat.
“Suara gemuruh terdengar sampai ke sini. Langit berubah gelap seperti sore menjelang malam. Abu turun halus, menutupi segala yang hijau jadi kelabu,” ujar Sutrisno, warga Desa Sumberwuluh, Lumajang.
Beberapa warga melaporkan sesak napas dan iritasi mata. Petugas kesehatan mendesak warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta segera mandi jika terkena abu.
Status Tetap Siaga Level III
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Pemerintah mengimbau warga:
- 📌 Tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah
- 📌 Waspada aliran lahar hujan di sungai-sungai hulu
- 📌 Siapkan masker dan perlengkapan darurat
- 📌 Pantau informasi resmi dari BPBD dan Pusat Vulkanologi
Jalan dan Penerbangan Dipantau
Aktivitas bandara di kawasan Jawa Timur dipantau ketat. Bandara Abdul Rachman Saleh Malang sementara waktu membatasi penerbangan pada Selasa siang saat kepadatan abu tinggi. Petugas jalan raya juga membersihkan jalur utama yang tertutup abu agar tetap aman dilalui kendaraan.
Tetap Bersabar dan Siap
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BPBD terus memantau perkembangan situasi. Bantuan masker dan kebutuhan dasar didistribusikan ke desa-desa terdampak. Semoga Semeru segera tenang, warga kembali beraktivitas dengan damai, dan seluruh pihak senantiasa dijaga keselamatannya.
Agm

