Air Bendungan Keruh, Sumber Mata Air Menyusut — Warga Dusun Trajan Desa Robatal Mengeluh: Minum Sulit, Mandi Pun Tak Mudah
ROBATAL, SAMPANG — MADURA, 27 September 2026 — Kekeringan kian memeluk bumi Sampang dengan genggaman yang makin erat. Di Dusun Trajan, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, warga kini tak hanya menghadapi susutnya sumber kehidupan — air yang tersisa pun tampil keruh, mengundang cemas dan keluh dari setiap rumah tangga.
Mata Air Menyusut, Bendungan Berair Keruh

Sumber-sumber mata air yang dulu jernih dan mengalir deras kini makin menyusut, bahkan ada yang nyaris tak menetes lagi. Bendungan yang menjadi andalan pun tak mampu memberi harapan jernih: airnya keruh, berlumpur, dan tak layak langsung dikonsumsi. Warga terpaksa memeras akal, menampung, mengendapkan, dan menyaring berulang kali hanya untuk setetes air yang aman diminum.
Minum Sulit, Mandi Pun Berat
Kesulitan tak berhenti di situ. Jika untuk minum saja harus berjuang mencari dan mengolah, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Mandi pun menjadi hal yang sulit diwujudkan dengan layak — air yang terbatas harus dibagi, dihemat, dan digunakan bergantian. Ibu rumah tangga menahan cucian, anak-anak menahan mandi, dan setiap tetes air menjadi harta yang paling berharga.
“Apa lagi untuk minum, mandi aja susah,” ucap warga dengan nada getir.
Alam Menguji, Harapan Tetap Ada
Musim kemarau memang ujian alam yang datang bergantian, namun penderitaan warga Dusun Trajan terasa lebih berat saat sumber air yang ada pun tak lagi jernih. Diperlukan perhatian segera: pengecekan sumber air, pengiriman bantuan air bersih, serta upaya jangka panjang agar warga tak terus berjuang sendirian mempertahankan kebutuhan paling dasar.

Semoga langit segera mengirim awan yang membawa hujan, dan bantuan hadir sebelum kesulitan berubah menjadi keputusasaan. Setiap warga berhak atas air yang jernih, cukup, dan terjangkau.
Penulis: Agus Mandie


