MADAS SERUMPUN SAMPANG
Penuh Syukur dan Harapan: Warga Batoporo Timur Sampaikan Terima Kasih, MADAS Sampang Tegaskan Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat
SAMPANG, MADURA — Selasa, 22 September 2026, Pukul 13.00 WIB
Musim kemarau yang memanjang terus menyisakan kesulitan bagi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang. Di tengah keterbatasan itu, kehadiran keluarga besar MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Kabupaten Sampang membawa secercah harapan yang disambut dengan rasa syukur yang mendalam.
Suara Warga: Penghargaan yang Tulus
Jefrian, warga sekaligus Bendahara MADAS DPAC Kedungdung dari Dusun Batu Poro, Desa Batu Poro Timur, mewakili seluruh masyarakat Batoporo Timur menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung:
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada Aba Husein, Ketua DPC MADAS Sampang Umar Faruk, beserta seluruh jajaran pengurus. Saya mewakili masyarakat Batoporo Timur menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas bantuan satu tangki air bersih yang telah disalurkan. Semoga ke depannya kita kian kokoh, bersatu dalam satu komando.”
Ucapan sederhana namun tulus ini menggambarkan betapa berartinya uluran tangan yang hadir tepat di saat paling dibutuhkan.
Komitmen Nyata: Hadir di Lebih Banyak Tempat
Sementara itu, Ketua DPC MADAS Sampang, Umar Faruk, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan perwujudan jati diri organisasi yang senantiasa hadir di tengah rakyat:
“Ini adalah wujud kepedulian MADAS — Madura Asli Daerah Anak Serumpun. Kami tidak hanya hadir di Batoporo Timur. Pada hari yang sama, bantuan air bersih juga kami salurkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum beserta warga Dusun Sandan, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung. Semoga ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang kesulitan akses air bersih akibat kemarau panjang.”
Satu Tujuan, Satu Langkah
Semangat persaudaraan yang terjalin di tanah Madura kembali terpancar — bahwa kebersamaan bukan sekadar kata, melainkan langkah nyata yang diambil bersama-sama. Salam “Settung Dherhe” menjadi pengikat yang mengukuhkan: di saat satu bagian merasakan berat, seluruh keluarga bergerak meringankan.
Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan, menginspirasi banyak pihak, dan senantiasa menjaga MADAS Sampang tetap kokoh, kompak, dan bermanfaat bagi semua.
Penulis/Editor: Agm

