Kepanikan di Sekolah: 361 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Diduga Keracunan Makanan Program MBG
CILACAP, 25 September 2026 — Suasana tenang di lingkungan pendidikan berubah menjadi kepanikan. Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Jalan Lapangan No. 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, dilaporkan tumbangan dan dievakuasi secara darurat setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Selasa, 22 September 2026.
Gejala Muncul Malam Hari, Memburuk Berikutnya
Efek hidangan yang berujung petaka ini mulai dirasakan siswa sejak Selasa malam. Rasa mual, pusing, penglihatan mengabur, hingga diare parah memaksa puluhan siswa bolak-balik ke toilet hingga 8–10 kali. Meski demikian, banyak yang tetap hadir keesokan harinya, namun kondisi kian memburuk hingga memicu kepanikan massal.
Proses evakuasi di lapangan sekolah sempat berlangsung penuh ketegangan. Beberapa siswa yang lemas tak berdaya terpaksa diantar terburu-buru menggunakan sepeda motor menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Data Resmi: 361 Siswa Terdampak
Berdasarkan pemutakhiran data Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap pada Rabu, 24 September 2026, total korban tercatat 361 siswa, terperinci:
- 108 siswa Kelas X
- 125 siswa Kelas XI
- 128 siswa Kelas XII
Penanganan dilakukan secara berjenjang:
- 70 siswa mendapat perawatan dan obat di posko darurat sekolah
- 15 siswa rawat jalan di Puskesmas Sampang
- 6 siswa dirawat inap di Puskesmas Sampang
- 19–22 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap karena kondisi memburuk
Sampel Diamankan, Dapur SPPG Disuspend
Tim kesehatan segera mengambil langkah tegas: sampel makanan — khususnya menu olahan ayam — diamankan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah guna memastikan penyebab pasti kejadian ini.
Sebagai langkah pencegahan segera, operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan resmi dihentikan sementara dan dipasang garis penyegelan.
Sementara hasil laboratorium belum keluar, dugaan awal mengarah pada keterlambatan konsumsi makanan yang dikirim pukul 10.00 WIB dan seharusnya dimakan maksimal pukul 12.00 WIB.
Keselamatan Jadi Prioritas
Keluarga besar warga sekolah berharap proses penyelidikan berjalan transparan dan hasilnya segera diketahui. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama, dan setiap temuan kelalaian wajib ditindaklanjuti secara tegas demi kepercayaan publik.
Penulis: Agus Mandie

