Memanusiakan Manusia: Di Rumah Singgah Bujuk Biruh, Harapan Tumbuh Kembali

SAMPANG, MADURA — Sabtu, 10 Oktober 2026
Ada keindahan sederhana namun agung di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung: keinginan tulus untuk melihat setiap manusia dihargai. Inilah yang diwujudkan Yayasan Sahabat Jiwa Sehat di Rumah Singgah Bujuk Biruh — sebuah ruang di mana Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak sekadar diobati, tetapi dipulihkan kemanusiaannya. Di Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, misi ini diperkuat melalui sinergi dengan IDI Cabang Sampang.
Martabat yang Dikembalikan
“Kami ingin ODGJ tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka adalah manusia yang sama, memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, dihargai, dan dimanusiakan,” kata Gus Daef, pendiri yayasan. Prinsip inilah yang menggerakkan setiap kegiatan di rumah singgah ini sejak tahun 2025 — merawat jiwa sekaligus memulihkan kepercayaan diri mereka yang sempat terpinggirkan.
Hadir, Mendampingi, Memulihkan
Kegiatan bakti sosial berjalan penuh kehangatan. Tim medis dari IDI Cabang Sampang memberikan pelayanan kesehatan dasar, sementara relawan yayasan mendampingi dengan kasih sayang. Edukasi disampaikan kepada keluarga dan masyarakat agar stigma yang selama ini membayangi perlahan runtuh. Karena sejatinya, pemulihan sejati terjadi ketika masyarakat terbuka menerima.
Sinergi yang Menyelamatkan
Perwakilan IDI Cabang Sampang menyambut baik kolaborasi ini. “Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Peringatan HUT IDI ke-76 kami maknai dengan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi awal perubahan yang lebih besar.”
Penanganan ODGJ, diakui, membutuhkan kesabaran dan kebersamaan. Pengobatan medis penting, namun dukungan sosial, penerimaan keluarga, dan kesempatan untuk berkontribusi adalah penawar yang tak ternilai harganya.
Satu Tugas Bersama
Gus Daef menutup dengan pesan yang dalam: “Ini bukan hanya tugas yayasan, tapi tugas kita bersama untuk memanusiakan manusia.” Semoga Rumah Singgah Bujuk Biruh senantiasa menjadi cahaya bagi mereka yang mencari jalan pulang menuju kehidupan yang lebih bermartabat.
— Agus Mandie